Monday, December 1, 2014
10 Foods to Help Prevent Clogged Arteries
• Garlic
Since ancient times garlic has been used to treat heart
disease and hypertension. According to a study published
in preventive medicine, garlic inhibits coronary artery
calcification which serves as a marker for plaque
formation.
• Grapes
Grapes are rich in flavonoids, quercetin, and resveratrol.
These flavonoids have been found to prevent the oxidation
of bad cholesterol that leads to the formation of plaque in
artery walls. They also lower the risk of developing blood
clots that can lead to heart attacks.
• Spinach
Spinach is rich in potassium and folic acids, both of which
act as a defense against high blood pressure. Spinach is
also rich in lutein, a plant carotenoid which not only
protects against age related macular degeneration but also
prevents heart attacks by keeping arteries free from
cholesterol build up.
• Fish
A study conducted by researchers at Southampton
University found that Omega 3 oils, present in fishes like
tuna and salmon, stop the build up of fatty deposits in the
arteries. These fatty acids prevent clots from forming and
cholesterol from becoming oxidized.
• Olive oil
Only oxidized cholesterol is able to stick to your artery
walls and form plaques. Monounsaturated fats present in
olive oil when mixed with molecules of bad cholesterol
become less likely to be oxidized.
• Tomatoes
According to a study conducted by Korean researchers,
lycopene, a compound present in tomatoes that gives them
their color, helps in prevent hardening of the arteries.
Researchers found that women with the highest lycopene
levels in their blood had the least stiffness in their arteries.
• Pomegranates
Pomegranate juice not only appears to prevent hardening
of the arteries by reducing blood vessel damage, but may
also reverse the progression of this disease. Pomegranate
fruit and its juice are high in antioxidant content, which
may help fight hardening of the arteries.
• Kiwi and Cantaloupe
These antioxidant-rich foods work by reducing toxic LDL
cholesterol, which is formed by a rusting process in your
arteries. They can help stop the rust in its tracks and even
prevent it from spreading. Eat one cup of cantaloupe or
one kiwi per day to unclog your arteries.
• Cranberry juice
This juice strains the fat out of arteries. Instead of having
fat build up in your blood vessels, this juice boosts your
cell’s ability to absorb the fat and use it for production of
energy. Drink three glasses of this juice every week to
unclog your arteries.
• Oats
Thanks to the soluble fiber in oats, cholesterol doesn’t
stand a chance. This fiber attaches itself to cholesterol
and carries it right out of your system. Some studies have
shown that eating just 1 1/2 to 2 1/2 cups of cooked oat-
bran cereal daily can lower cholesterol levels by almost
20%.
Source
Friday, November 21, 2014
Lindungi Tubuh dari Diabetes dengan 5 Makanan Ini
Berdasarkan riset
kesehatan dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia menunjukkan, telah terjadi peningkatan pada
penyandang diabetes militus (DM) di Indonesia sebesar 12.189.685 pada
2014. Menurut beberapa ahli hal ini disebabkan oleh meningkatnya ekonomi
serta kehidupan modern meningkatkan epidemi diabetes.
Bagi Anda yang berisiko memiliki diabetes dan mencegah terjadinya
penyakit ini ada baiknya menjaga makanan yang dikonsumsi. Tujuh makanan
berikut punya manfaat untuk bantu lindungi tubuh dari risiko diabetes
seperti dilansir Good Housekeeping pada Selasa (18/11/2014).1. Apel
Mengonsumsi satu apel sehari bisa memenuhi 20 persen kebutuhan serat harian tubuh. Serat memiliki peran besar dalam mencegah diabetes karena mengatur gula darah dalam tubuh.
2. Yoghurt rendah lemak
Yoghurt dikenal memiliki banyak kandungan kalsium dan Vitamin D yang keduanya telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes. Selain itu mengandung protein tinggi yang bisa membantu menjaga berat tubuh. Seperti diketahui kegemukan meningkatkan risiko diabetes.
3. Terung
Terung yang lebih dikenal masyarakat dengan terong di dalam kulitnya mengandung anthocyanin sebuah senyawa antioksidan yang terkait dengan penurunan risiko diabetes. Oleh okarena itu, saat memasak terung sertakan kulitnya.
4. Jahe
Biasanya jahe dikaitkan untuk membantu masalah perut, namun jahe dapat meningkatkan sensitivitas insulin tubuh, sehingga bisa membantu mengurangi peradangan yang disebabkan tingginya kadar insulin dalam tubuh.
5. Salmon
Salmon memiliki kandungan hebat yang baik untuk tubuh. Salah satunya Omega-3 yang bertanggungjawab mengurangi peradangan dalam tubuh, sehingga bisa menjaga kadar gula dalam darah.
Selain salmon, bisa juga tuna, makarel, sarden yang kaya Omega-3.
6. Selai kacang
Selai kacang mengandung lemak tak jenuh tunggal, dan protein. Kandungan tersebut membantu tetap kenyang lebih lama sehingga mencegah lonjakan gula darah. Efeknya adalah berat badan jadi menurun, risiko diabetes pun menurun.
7. Beras cokelat
Bukan lagi beras merah, namun beras cokela yang dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Hal ini karena beras yang satu ini belum mengalami pemrosesan panjang sehingga tinggi serat, antioksidan dan Vitamin B.
Bukan lagi beras merah, namun beras cokela yang dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Hal ini karena beras yang satu ini belum mengalami pemrosesan panjang sehingga tinggi serat, antioksidan dan Vitamin B.
Tuesday, October 14, 2014
Apakah Hokkian, Hakka, Konghu itu suku ?
Karena ada pengertian umum di Indonesia bahwa Hokkian, Hakka, Konghu, dll itu suku.
Pertanyaannya adalah, apakah Hokkian, Hakka, Konghu, dll itu suku?
Hal ini salah besar..!
Suku bangsa terbanyak di Tiongkok adalah orang Han. Orang Han ini berasal dari kelompok yang mendiami bagian tengah dari Tiongkok yang disebut suku Hua, kemudian Huaxia, kemudian karena bagian tengah dari dataran Tiongkok disebut Tionghoa. Tiong berarti tengah dan kok adalah negara. Kebudayaan Tionghoa kuno berasal dari lembah sungai Huang He (sungai Kuning). Dari bagian hulu sungai yaitu propinsi Shaanxi dengan kota Chang'an (Tiang'an), Shanxi, Henan, Hebei sampai ke Shandong.
Orang Hua ini kemudian menyebar ke seluruh Tiongkok dan disebut menjadi orang Han, karena sebagian dari wilayah selatan waktu itu belum masuk dinasti Han, maka orang selatan tak begitu antusias menggunakan istilah bangsa Han. Istilah Han atau Hua ini menunjukkan etnis, sedang Indonesia bukan istilah etnis, ini yang menimbulkan kesalah pahaman dengan istilah Tionghoa di Indonesia. Kebanggaan thd dinasti Han yang jaya, ini menyebabkan mereka mengubah sebutan menjadi bangsa Han atau Hanren dan bahasanya disebut bahasa Han atau Hanyu. Meskipun kemudian dinasti Han ambruk, dan berdiri dinasti lain, istilah Han ini tidak hilang, bahkan dipergunakan sampai sekarang.
Sampai pada dinasti Tang, yang juga jaya dan meliputi seluruh Tiongkok selatan, mulailah orang selatan menyebut dirinya orang Tang (Tangren dalam Mandarin, Tenglang dalam dialek Hokkian, Tengnang dalam dialek Tiociu, Thongnyin dalam dialek Hakka dan Thong yan dalam dialek Konghu).
Karena luasnya Tiongkok, tanah penuh dengan pegunungan, lalu lintas sulit, maka orang Han di tiap daerah menjadi terisolir satu sama lain, bahasanya terpecah menjadi beberapa dialek, dialek Hokkian, dialek Hakka, dialek Konghu, dialek Tiociu, dll. Yang empat inilah yang paling banyak datang ke Asia Tenggara. Meskipun demikian semua dialek itu masih termasuk bahasa Han. Mungkinkah orang dari dialek satu berubah menjadi dialek lain? Mungkin saja, orang Hakka yang lama tinggal di daerah dialek Hokkian, anak cucunya jadi Hokkian, sebab etnisnya sama yaitu orang Han. Kelompok dialak ini tidak disebut suku, tapi kelompok masyarakat, yang dalam bahasa Tionghoanya disebut minxi atau zuqun.
Pada tahun 1911, dinasti terakhir yaitu dinasti Qing ambruk, dan pemimpin revolusi dokter Sun Yat-sen memilih nama Tionghoa Binkok (Zhonghua Minguo) untuk negara baru ini, dengan singkatan Tiongkok. Nama Tionghoa yang sudah ada dari zaman purba mendapat interpretasi baru. Karena nama negara Tionghoa Binkok atau Republik Tionghoa yang diterjemahkan menjadi Republik Tiongkok, maka secara hukum semua warga negaranya menjadi orang Tionghoa, yang terdiri dari suku bangsa Han, Tibet, Hui, Mongol, Mancu. Karena itu waktu itu bendera Tiongkok terdiri dari lima warna. Di Indonesia dulu, orang Tionghoanya boleh dibilang 100% orang Han. Belakangan ini dengan majunya ekonomi, orang Tiongkok yang pindah ke luar negeri, atau bekerja ke luar negeri ada juga dari kelompok non-Han.
Kelompok non-Han ini, setelah diteliti, ternyata bukan hanya empat; Tibet, Hui, Mongol dan Mancu, tapi ternyata ada 55 sukubangsa. Di Tiongkok istilahnya bangsa bukan suku, jadi mereka diakui setingkat dengan orang Han yang jumlahnya jauh lebih banyak, orang Han ada sekitar 1,2 milyar, 55 suku lain itu lebih dari 100 juta orang.
Di Singapore dan Thailand saya tahu ada beberapa orang Hui, yang Islam, mereka adalah campuran pedagang Persia dan Arab yang datang terutama zaman dinasti Han, mereka telah berasimilasi dengan orang Han sehingga tak ada bedanya dengan orang Han, kecuali agamanya. Dulupun banyak orang Yahudi, yang tinggal kebanyakan di Henan. Sampai berdirinya RRT orang Yahudi ini masih beda, tapi setelah itu berasimilasi sehingga menjadi orang Han. Demikian juga suku-suku di utara, orang Xianbei habis terasimilasi, Orang Mancu tinggal sedikit sekali, orang Qiang yang pernah mendirikan kerajaan Xi Xia (Se He, lihat cerita Pendekar Negeri Tayli), orang Liao, dll. sudah terasimilasi total dan menjadi orang Han.
Orang Hui yang ada di Singapore maupun Thailand, tetap dimasukkan katagori Chinese oleh pemerintah setempat.
Jadi orang Hokkian, Hakka, Tiociu, Konghu dan lain-lain adalah tetap orang Han dari segi etnis dan tetap Tionghoa dari segi hukum. Jadi sebutan suku Hokkian, suku Hakka, suku Tiociu dll itu adalah istilah yang salah kaprah. Yang tepat adalah kelompok masyarakat.
Kalau kita lihat orang Jawa di Suriname dan dibandingkan dengan jawa di pulau Jawa, sudah berbeda kebiasaan, sebagian adat istiadat dll. Orang Hokkian dan Hakka juga sama demikian, meskipun sama-sama Han.
Marga (sne, xing, siang dll) adalah keturunan pribadi, misalnya orang sne Tan dari Henan leluhurnya ada yang pindah ke Fujian, jadilah orang Hokkian, tidak berubah, yang berubah adalah tempat tinggalnya. Karena itu marga Gouw (Wu Mandarin), bisa kita temukan dalam segala kelompok masyarakat, orang Hokkian, orang Hakka, orang Tiongciu, orang Henan, orang Beijing, dll ada yang sama, mereka adalah dari turunan yang sama, hanya tempat tinggalnya berlainan akibatnya dialeknya berbeda. Orang Tionghoapun yang tinggal di Jawa berdialek jawa, yang tinggal di Jawa Barat, berdialek Sunda. Itu analoginya.
Dulu memang kelompok-kelompok itu terpisah, karena sulit bergaul disebabkan dialek yang berbeda. Sekarang karena ada bahasa persatuan Mandarin, tak ada batas itu. Di Indonesia perasaan itupun lenyap karena semua bisa berbahasa Indonesia.
Kalau mengurut asal usul marga, kita akan mendapatkan kebanyakan berasal dari Henan, sekitar kota Luoyang, atau dari Shaanxi, ada juga yang dari Hebei, Shandong dll. Kota Luoyang sedang berjuang kepada pemerintah pusat, agar Luoyang dijadikan "Kota leluhur orang Tionghoa". Saya belum mendengar berita lanjutannya, yang jelas belum disetujui.
Kalau orang Tibet di India tak mengaku sebagai orang Tionghoa itu masalah politik, bukan masalah ras, mereka ingin melepaskan diri dari negara kesatuan Tiongkok. Mirip orang Aceh yang tak mengakui bahwa mereka termasuk orang Indonesia. Tapi tentu saja tidak semua.
Saya pernah membaca tulisan di majalah Barat (lupa majalah apa), tulisan seorang Tibet yang menetap di Kanada. Ia bertanya, mengapa orang Barat hanya melihat 200.000 orang Tibet di India, tapi mengabaikkan, satu juta lebih orang Tibet yang tersebar di pemukiman orang Han. Kalau mereka ditanya, ia bilang, mereka pasti mendukung Tibet adalah Tiongkok. Semoga bisa membantu.
Salam Liang U
sumber: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/34475
ad5
Pertanyaannya adalah, apakah Hokkian, Hakka, Konghu, dll itu suku?
Hal ini salah besar..!
Suku bangsa terbanyak di Tiongkok adalah orang Han. Orang Han ini berasal dari kelompok yang mendiami bagian tengah dari Tiongkok yang disebut suku Hua, kemudian Huaxia, kemudian karena bagian tengah dari dataran Tiongkok disebut Tionghoa. Tiong berarti tengah dan kok adalah negara. Kebudayaan Tionghoa kuno berasal dari lembah sungai Huang He (sungai Kuning). Dari bagian hulu sungai yaitu propinsi Shaanxi dengan kota Chang'an (Tiang'an), Shanxi, Henan, Hebei sampai ke Shandong.
Orang Hua ini kemudian menyebar ke seluruh Tiongkok dan disebut menjadi orang Han, karena sebagian dari wilayah selatan waktu itu belum masuk dinasti Han, maka orang selatan tak begitu antusias menggunakan istilah bangsa Han. Istilah Han atau Hua ini menunjukkan etnis, sedang Indonesia bukan istilah etnis, ini yang menimbulkan kesalah pahaman dengan istilah Tionghoa di Indonesia. Kebanggaan thd dinasti Han yang jaya, ini menyebabkan mereka mengubah sebutan menjadi bangsa Han atau Hanren dan bahasanya disebut bahasa Han atau Hanyu. Meskipun kemudian dinasti Han ambruk, dan berdiri dinasti lain, istilah Han ini tidak hilang, bahkan dipergunakan sampai sekarang.
Sampai pada dinasti Tang, yang juga jaya dan meliputi seluruh Tiongkok selatan, mulailah orang selatan menyebut dirinya orang Tang (Tangren dalam Mandarin, Tenglang dalam dialek Hokkian, Tengnang dalam dialek Tiociu, Thongnyin dalam dialek Hakka dan Thong yan dalam dialek Konghu).
Karena luasnya Tiongkok, tanah penuh dengan pegunungan, lalu lintas sulit, maka orang Han di tiap daerah menjadi terisolir satu sama lain, bahasanya terpecah menjadi beberapa dialek, dialek Hokkian, dialek Hakka, dialek Konghu, dialek Tiociu, dll. Yang empat inilah yang paling banyak datang ke Asia Tenggara. Meskipun demikian semua dialek itu masih termasuk bahasa Han. Mungkinkah orang dari dialek satu berubah menjadi dialek lain? Mungkin saja, orang Hakka yang lama tinggal di daerah dialek Hokkian, anak cucunya jadi Hokkian, sebab etnisnya sama yaitu orang Han. Kelompok dialak ini tidak disebut suku, tapi kelompok masyarakat, yang dalam bahasa Tionghoanya disebut minxi atau zuqun.
Pada tahun 1911, dinasti terakhir yaitu dinasti Qing ambruk, dan pemimpin revolusi dokter Sun Yat-sen memilih nama Tionghoa Binkok (Zhonghua Minguo) untuk negara baru ini, dengan singkatan Tiongkok. Nama Tionghoa yang sudah ada dari zaman purba mendapat interpretasi baru. Karena nama negara Tionghoa Binkok atau Republik Tionghoa yang diterjemahkan menjadi Republik Tiongkok, maka secara hukum semua warga negaranya menjadi orang Tionghoa, yang terdiri dari suku bangsa Han, Tibet, Hui, Mongol, Mancu. Karena itu waktu itu bendera Tiongkok terdiri dari lima warna. Di Indonesia dulu, orang Tionghoanya boleh dibilang 100% orang Han. Belakangan ini dengan majunya ekonomi, orang Tiongkok yang pindah ke luar negeri, atau bekerja ke luar negeri ada juga dari kelompok non-Han.
Kelompok non-Han ini, setelah diteliti, ternyata bukan hanya empat; Tibet, Hui, Mongol dan Mancu, tapi ternyata ada 55 sukubangsa. Di Tiongkok istilahnya bangsa bukan suku, jadi mereka diakui setingkat dengan orang Han yang jumlahnya jauh lebih banyak, orang Han ada sekitar 1,2 milyar, 55 suku lain itu lebih dari 100 juta orang.
Di Singapore dan Thailand saya tahu ada beberapa orang Hui, yang Islam, mereka adalah campuran pedagang Persia dan Arab yang datang terutama zaman dinasti Han, mereka telah berasimilasi dengan orang Han sehingga tak ada bedanya dengan orang Han, kecuali agamanya. Dulupun banyak orang Yahudi, yang tinggal kebanyakan di Henan. Sampai berdirinya RRT orang Yahudi ini masih beda, tapi setelah itu berasimilasi sehingga menjadi orang Han. Demikian juga suku-suku di utara, orang Xianbei habis terasimilasi, Orang Mancu tinggal sedikit sekali, orang Qiang yang pernah mendirikan kerajaan Xi Xia (Se He, lihat cerita Pendekar Negeri Tayli), orang Liao, dll. sudah terasimilasi total dan menjadi orang Han.
Orang Hui yang ada di Singapore maupun Thailand, tetap dimasukkan katagori Chinese oleh pemerintah setempat.
Jadi orang Hokkian, Hakka, Tiociu, Konghu dan lain-lain adalah tetap orang Han dari segi etnis dan tetap Tionghoa dari segi hukum. Jadi sebutan suku Hokkian, suku Hakka, suku Tiociu dll itu adalah istilah yang salah kaprah. Yang tepat adalah kelompok masyarakat.
Kalau kita lihat orang Jawa di Suriname dan dibandingkan dengan jawa di pulau Jawa, sudah berbeda kebiasaan, sebagian adat istiadat dll. Orang Hokkian dan Hakka juga sama demikian, meskipun sama-sama Han.
Marga (sne, xing, siang dll) adalah keturunan pribadi, misalnya orang sne Tan dari Henan leluhurnya ada yang pindah ke Fujian, jadilah orang Hokkian, tidak berubah, yang berubah adalah tempat tinggalnya. Karena itu marga Gouw (Wu Mandarin), bisa kita temukan dalam segala kelompok masyarakat, orang Hokkian, orang Hakka, orang Tiongciu, orang Henan, orang Beijing, dll ada yang sama, mereka adalah dari turunan yang sama, hanya tempat tinggalnya berlainan akibatnya dialeknya berbeda. Orang Tionghoapun yang tinggal di Jawa berdialek jawa, yang tinggal di Jawa Barat, berdialek Sunda. Itu analoginya.
Dulu memang kelompok-kelompok itu terpisah, karena sulit bergaul disebabkan dialek yang berbeda. Sekarang karena ada bahasa persatuan Mandarin, tak ada batas itu. Di Indonesia perasaan itupun lenyap karena semua bisa berbahasa Indonesia.
Kalau mengurut asal usul marga, kita akan mendapatkan kebanyakan berasal dari Henan, sekitar kota Luoyang, atau dari Shaanxi, ada juga yang dari Hebei, Shandong dll. Kota Luoyang sedang berjuang kepada pemerintah pusat, agar Luoyang dijadikan "Kota leluhur orang Tionghoa". Saya belum mendengar berita lanjutannya, yang jelas belum disetujui.
Kalau orang Tibet di India tak mengaku sebagai orang Tionghoa itu masalah politik, bukan masalah ras, mereka ingin melepaskan diri dari negara kesatuan Tiongkok. Mirip orang Aceh yang tak mengakui bahwa mereka termasuk orang Indonesia. Tapi tentu saja tidak semua.
Saya pernah membaca tulisan di majalah Barat (lupa majalah apa), tulisan seorang Tibet yang menetap di Kanada. Ia bertanya, mengapa orang Barat hanya melihat 200.000 orang Tibet di India, tapi mengabaikkan, satu juta lebih orang Tibet yang tersebar di pemukiman orang Han. Kalau mereka ditanya, ia bilang, mereka pasti mendukung Tibet adalah Tiongkok. Semoga bisa membantu.
Salam Liang U
sumber: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/34475
ad5
Thursday, September 18, 2014
5 Penyebab Utama Kanker
Kata 'kanker' mungkin terdengar menyeramkan bagi kita semua. Faktanya, kanker dapat menyerang siapa saja dan dapat merusak jaringan tubuh manusia. Bahkan sel kanker dapat menyebar ke seluruh tubuh. Proses perawatannya pun terkadang sangat menyakitkan. Berikut penyebab utama kanker.
1. Usia
Usia manusia bisa menjadi penyebab kanker. Orang yang lebih tua resikonya lebih tinggi untuk terkena kanker. Faktanya, 75% kasus kanker terdiagnosa pada orang yang berusia diatas 60 tahun. Karena teorinya adalah, semakin tua usia kita, maka tubuh juga akan kehilangan kemampuan untuk mencegah kanker itu sendiri.
2. Keturunan
Beberapa kasus kanker payudara adalah karena keturunan. Jika ada orang terdekat seperti ibu, bibi, kakak, atau nenek memiliki riwayat kanker payudara, maka sebaiknya periksakan diri sebelum terlambat.
3. Tembakau
Perokok aktif akan mengatakan bahwa orang yang tidak merokok akan jauh lebih berbahaya terkena kanker paru-paru karena menghisap asap rokok. Sebenarnya, dua-duanya sama-sama berbahaya. Merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, tenggorokan, mulut, dan oesophagus. Dan banyak perokok pasif yang meninggal juga karena kanker paru-paru yang didapat dari menghisap asap rokok.
4. Karsinogen
Karsinogen dapat berupa racun kimia seperti benzena, formaldehida, asbes, dan vinil klorida. Jangan salah, semua racun kimia ini banyak ditemui di kehidupan sekitar kita, misalnya cat tembok.
5. Paparan sinar matahari
Radiasi sinar UV juga menjadi penyebab kanker. Jika tidak menggunakan pelindung atau krim pelindung sinar matahari, banyak orang yang akhirnya terkena kanker kulit.
Source
Wednesday, September 17, 2014
Resep Kesuksesan: Kelilingi Diri Anda dengan Orang – Orang Sukses
Siapa yang Anda Kenal Menentukan Kesuksesan Anda. Setuju?
Kita semua ingin sukses, apalagi sebagai entrepreneur. Sedangkan kesuksesan sendiri merupakan hasil yang kompleks dari perpaduan banyak variabel seperti perencanaan, ketekunan, dan lain sebagainya. Akan tetapi seringkali saking senangnya kita dengan kerja keras, kita cenderung melupakan satu faktor berharga lain yang akan memacu kita pada kesuksesan. Yaitu sahabat, atau dengan siapa kita bergaul. Mengutip ungkapan terkenal dari Jim Rohn: “Anda adalah rata-rata dari 5 orang yang paling sering menghabiskan waktu dengan Anda”. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?
3 Orang yang Penting Bagi Anda
Tidak peduli sebanyak dan sedekat apa orang-orang yang ada di jaringan Anda, ada 3 jenis orang yang akan mengantarkan Anda pada kesuksesan:
1. Orang yang lebih tua dan lebih sukses dimana Anda bisa belajar banyak darinya.
2. Orang yang setara dengan Anda dimana Anda dapat berbagi ide dengannya.
3. Orang di bawah Anda untuk Anda latih dan membuat Anda senantiasa bersemangat.
Tokoh ternama yang memegang teguh prinsip ini adalah Aristoteles. Ia belajar dari mentornya, Plato, bertukar ide dengan sesama filsuf Yunani di akademi tempatnya belajar, dan mengajarkan pemikirannya pada anak muda bernama Alexander, yang kemudian menjadi Alexander Agung.
Anda Akan Butuh Bantuan Kapan Saja
Sukses juga bergantung pada kemampuan Anda terhubung dengan orang-orang yang sudah lebih dulu merasakannya. Ada seorang pria bernama Ernest Hemingway, yang kini merupakan salah satu figur literatur dunia. Seorang penulis hebat seperti Hemingway tidak sukses sendirian. Ia bekerja di perusahaan koran dimana bosnya, Sherwood Anderson membantunya mempublikasi novel pertamanya. Dari sini, Hemingway kemudian terhubung dengan penulis-penulis lain seperti F. Scott Fitzgerald, Virginia Woolf, dan James Joyce. Komunitas penulis hebat inilah yang membantunya membentuk gaya menulisnya, dan memaksanya untuk menulis setiap hari sehingga ia menjadi salah satu penulis terhebat di generasinya. Hemingway adalah bukti bahwa bakat tidak selamanya berbanding lurus dengan kesuksesan. Sangat susah untuk menepati jadwal yang padat untuk meningkatkan diri Anda jika Anda tidak mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.
Membuat Daftar
Jadi bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Akio Morita, founder Sony menyarankan bagi Anda untuk melihat siapa-siapa yang ada di sekitar Anda. Apabila mereka adalah orang-orang yang tidak menyukai kerja keras dan tak termotivasi, maka gantikan dengan orang-orang satu minat yang dapat Anda temui dengan mudah di seminar-seminar. Kemudian buat daftar sederhana berisi orang-orang yang akan meningkatkan hidup Anda, dan orang-orang yang akan menghambat Anda. Jika orang itu dapat meningkatkan hidup Anda, habiskan sebanyak mungkin waktu dengan mereka. Jika orang itu hanya menghambat Anda, habiskan hanya 5 menit dengannya.
Aturan 5 menit mungkin terlalu ekstrim. Namun orang-orang yang ada di sekeliling Anda lah yang akan memberikan dampak terhadap kehidupan Anda. Karena jaringan sahabat yang terdiri dari orang-orang yang termotivasi untuk sukses akan senantiasa memberikan Anda inspirasi dan kompetisi yang sehat. Sekali lagi mengutip ungkapan Jim Rohn: “Jangan bergabung dengan keramaian yang mudah. Pergilah kemana ekspektasi dan pencapaian sangat tinggi.”
Jadi Sobat Studentpreneur, bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.
Source
Kita semua ingin sukses, apalagi sebagai entrepreneur. Sedangkan kesuksesan sendiri merupakan hasil yang kompleks dari perpaduan banyak variabel seperti perencanaan, ketekunan, dan lain sebagainya. Akan tetapi seringkali saking senangnya kita dengan kerja keras, kita cenderung melupakan satu faktor berharga lain yang akan memacu kita pada kesuksesan. Yaitu sahabat, atau dengan siapa kita bergaul. Mengutip ungkapan terkenal dari Jim Rohn: “Anda adalah rata-rata dari 5 orang yang paling sering menghabiskan waktu dengan Anda”. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?
3 Orang yang Penting Bagi Anda
Tidak peduli sebanyak dan sedekat apa orang-orang yang ada di jaringan Anda, ada 3 jenis orang yang akan mengantarkan Anda pada kesuksesan:
1. Orang yang lebih tua dan lebih sukses dimana Anda bisa belajar banyak darinya.
2. Orang yang setara dengan Anda dimana Anda dapat berbagi ide dengannya.
3. Orang di bawah Anda untuk Anda latih dan membuat Anda senantiasa bersemangat.
Tokoh ternama yang memegang teguh prinsip ini adalah Aristoteles. Ia belajar dari mentornya, Plato, bertukar ide dengan sesama filsuf Yunani di akademi tempatnya belajar, dan mengajarkan pemikirannya pada anak muda bernama Alexander, yang kemudian menjadi Alexander Agung.
Anda Akan Butuh Bantuan Kapan Saja
Sukses juga bergantung pada kemampuan Anda terhubung dengan orang-orang yang sudah lebih dulu merasakannya. Ada seorang pria bernama Ernest Hemingway, yang kini merupakan salah satu figur literatur dunia. Seorang penulis hebat seperti Hemingway tidak sukses sendirian. Ia bekerja di perusahaan koran dimana bosnya, Sherwood Anderson membantunya mempublikasi novel pertamanya. Dari sini, Hemingway kemudian terhubung dengan penulis-penulis lain seperti F. Scott Fitzgerald, Virginia Woolf, dan James Joyce. Komunitas penulis hebat inilah yang membantunya membentuk gaya menulisnya, dan memaksanya untuk menulis setiap hari sehingga ia menjadi salah satu penulis terhebat di generasinya. Hemingway adalah bukti bahwa bakat tidak selamanya berbanding lurus dengan kesuksesan. Sangat susah untuk menepati jadwal yang padat untuk meningkatkan diri Anda jika Anda tidak mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.
Membuat Daftar
Jadi bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Akio Morita, founder Sony menyarankan bagi Anda untuk melihat siapa-siapa yang ada di sekitar Anda. Apabila mereka adalah orang-orang yang tidak menyukai kerja keras dan tak termotivasi, maka gantikan dengan orang-orang satu minat yang dapat Anda temui dengan mudah di seminar-seminar. Kemudian buat daftar sederhana berisi orang-orang yang akan meningkatkan hidup Anda, dan orang-orang yang akan menghambat Anda. Jika orang itu dapat meningkatkan hidup Anda, habiskan sebanyak mungkin waktu dengan mereka. Jika orang itu hanya menghambat Anda, habiskan hanya 5 menit dengannya.
Aturan 5 menit mungkin terlalu ekstrim. Namun orang-orang yang ada di sekeliling Anda lah yang akan memberikan dampak terhadap kehidupan Anda. Karena jaringan sahabat yang terdiri dari orang-orang yang termotivasi untuk sukses akan senantiasa memberikan Anda inspirasi dan kompetisi yang sehat. Sekali lagi mengutip ungkapan Jim Rohn: “Jangan bergabung dengan keramaian yang mudah. Pergilah kemana ekspektasi dan pencapaian sangat tinggi.”
Jadi Sobat Studentpreneur, bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.
Source
Milyuner yang Membuat Ban Asli Indonesia Mendunia
Oleh Adhika Dwi Pramudita | Studentpreneur – Sen, 25 Agu 2014
Kadang, barang komplementer menyimpan potensi besar. Pebisnis harus terampil melihat celah ini.
Sjamsul memulai bisnis ban sepeda pada tahun 1951. Kemudian, ia mengambil alih NV Hok Thay Hin, sebuah pabrik ban di Jakarta Utara. Di sinilah, Nursalim mempraktekkan ilmu ekonomi bisnis yang didapatnya dari Watford College of Technology, London. NV Hok Thay Hin berganti nama menjadi PT Gajah Tunggal. Memang, pada awal tahun 1950-an sampai tahun 1970-an, sepeda adalah mode transportasi yang paling populer di masyarakat. Namun, pada tahun tersebut, bisa dibilang cukup terlambat ketika ingin memproduksi sepeda sendiri. Karena di Eropa, sepeda sudah populer sejak seabad lalu. Maka logikanya, ban adalah barang komplementer dengan potensi yang besar. Selain masih sedikit kompetisi, seiring dengan semakin banyaknya barang utama digunakan, maka akan semakin meningkat permintaan barang komplementer.
Milyuner yang Membuat Ban Asli Indonesia Mendunia [Studentpreneur]
Pasar juga akan selamanya berubah. Pebisnis juga harus piawai melihat tren.
PT Astra Honda Motor (AHM) adalah pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Ia berdiri pada 11 Juni 1971, dan sejak saat itu, mulailah peredaran motor di Indonesia. Melihat tren ini, 2 tahun kemudian, Gajah Tunggal melebarkan sayapnya dengan menggandeng IRC atau Inoue Rubber Company, sebuah perusahaan asal Jepang yang telah lebih dulu memproduksi ban motor sejak tahun 1952.
Meningkatkan kualitas dengan membandingkan diri pada tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
“Terus terang, saya kagum dengan cara bisnis Jepang,” kata Nursalim. Bukan hanya Jepang, Nursalim kerap membandingkan kualitas produksinya dengan buatan luar negeri. Di bawah kendali Nursalim, GT Radial berkembang pesat dan menjadi pesaing utama Goodyear dan Bridgestone. Gajah Tunggal masuk dalam 20 produsen ban terbesar di dunia. Budaya ini yang tampaknya kemudian terus diserap oleh Gajah Tunggal. Sekarang, produksinya telah menjangkau ke 90 negara. Bahkan, Catharina Widjaja, direktur Gajah Tunggal menyebut bahwa banyak warga Filipina yang menduga kalau GT Radial adalah brand mereka, sejak Anda dapat dengan mudah menemukannya di sana. Tahun 2010 silam, mereka meluncurkan Champiro Eco, ban ramah lingkungan pertama di Indonesia.
“Kami mendesain ban ini (Champiro Eco) untuk pasar Eropa, khususnya untuk memenuhi standar lingkungan di sana,” ungkap Christopher Siew Choong Chan, presiden direktur Gajah Tunggal. “Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa barang-barang buatan Indonesia bisa setara dengan kualitas dunia.”
Ekspansi.
“Kalau kita mau terkenal, ya, harus ekspansif,” kiat Nursalim. Seperti taipan pada umumnya, Nursalim sangat agresif memburu peluang. Pada 1977, Gajah Tunggal mulai berekspansi. Nursalim juga mempunyai pabrik cat, industri kabel, properti, pabrik kimia, tambak udang, perkebunan, tambang batu bara. Nursalim mulai menapaki bisnis perbankan dengan mengambil alih Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang hampir sekarat karena terlilit utang besar dan banyak nasabahnya yang kabur. Ia juga mendirikan bisnis patungan dengan nama PT Rajawali Wira Bhakti Utama. Kala itu, perusahaan ini memegang 20 persen saham RCTI. Pada 1991, Grup Rajawali mengambil alih pengelolaan PT Bentoel, yang sedang mengalami kesulitan likuiditas. Selain itu, Nursalim juga disebut-sebut memiliki saham di perusahaan milik keponakannya, yaitu Mitra Adiperkasa, sebuah perusahaan ritel untuk merek kelas menengah atas seperti Starbucks, Zara, Burger King, Reebok, Calvin Klein, Mark and Spencer, dan Kidz Station. Meski Ratih D. Gianda, Kepala Grup Hubungan Investor Mitra Adi Perkasa, membantah adanya kaitan antara Mitra Adi Perkasa dengan Sjamsul Nursalim.
Begitu pula dengan Gajah Tunggal. Perusahaan produsen ban terbesar di Asia Tenggara dengan omset penjualan melebihi $1,3 milyar ini menyanggah bahwa mereka masih memiliki hubungan dengan Sjamsul Nursalim. Mungkin hal ini terkait dengan kasus yang melilitnya. Namun apalah artinya pengakuan bagi seorang Nursalim yang telah sukses membuat ban asli indonesia melanglang buana ke dunia.
Jadi Sobat Studentpreneur, menurut Anda, apa lagi yang bisa Anda dapatkan dari figur seorang Sjamsul Nursalim? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.
Source
Raja Ban Ini Juga Merupakan Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia.
Pusaran kasus BLBI menjerat nama seorang taipan bisnis
Indonesia: Sjamsul Nursalim. Mungkin, ada benarnya kata pepatah yang
menyebut bahwa semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang angin
menerjang. Akan tetapi, di luar kasus yang membelitnya, mari kita tengok
pelajaran apa yang bisa kita dapat dari seorang pebisnis yang mengawali
perjalanan bisnisnya dari Gajah Tunggal, industri ban yang jaman dulu
tidak banyak dilirik orang lain, hingga kini telah membuka 13 ribu
(2012) lapangan kerja bagi masyarakat dengan tingkat loyalitas pekerja
yang tinggi, yakni 15-20 tahun.
Kadang, barang komplementer menyimpan potensi besar. Pebisnis harus terampil melihat celah ini.
Sjamsul memulai bisnis ban sepeda pada tahun 1951. Kemudian, ia mengambil alih NV Hok Thay Hin, sebuah pabrik ban di Jakarta Utara. Di sinilah, Nursalim mempraktekkan ilmu ekonomi bisnis yang didapatnya dari Watford College of Technology, London. NV Hok Thay Hin berganti nama menjadi PT Gajah Tunggal. Memang, pada awal tahun 1950-an sampai tahun 1970-an, sepeda adalah mode transportasi yang paling populer di masyarakat. Namun, pada tahun tersebut, bisa dibilang cukup terlambat ketika ingin memproduksi sepeda sendiri. Karena di Eropa, sepeda sudah populer sejak seabad lalu. Maka logikanya, ban adalah barang komplementer dengan potensi yang besar. Selain masih sedikit kompetisi, seiring dengan semakin banyaknya barang utama digunakan, maka akan semakin meningkat permintaan barang komplementer.
Pasar juga akan selamanya berubah. Pebisnis juga harus piawai melihat tren.
PT Astra Honda Motor (AHM) adalah pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Ia berdiri pada 11 Juni 1971, dan sejak saat itu, mulailah peredaran motor di Indonesia. Melihat tren ini, 2 tahun kemudian, Gajah Tunggal melebarkan sayapnya dengan menggandeng IRC atau Inoue Rubber Company, sebuah perusahaan asal Jepang yang telah lebih dulu memproduksi ban motor sejak tahun 1952.
Meningkatkan kualitas dengan membandingkan diri pada tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
“Terus terang, saya kagum dengan cara bisnis Jepang,” kata Nursalim. Bukan hanya Jepang, Nursalim kerap membandingkan kualitas produksinya dengan buatan luar negeri. Di bawah kendali Nursalim, GT Radial berkembang pesat dan menjadi pesaing utama Goodyear dan Bridgestone. Gajah Tunggal masuk dalam 20 produsen ban terbesar di dunia. Budaya ini yang tampaknya kemudian terus diserap oleh Gajah Tunggal. Sekarang, produksinya telah menjangkau ke 90 negara. Bahkan, Catharina Widjaja, direktur Gajah Tunggal menyebut bahwa banyak warga Filipina yang menduga kalau GT Radial adalah brand mereka, sejak Anda dapat dengan mudah menemukannya di sana. Tahun 2010 silam, mereka meluncurkan Champiro Eco, ban ramah lingkungan pertama di Indonesia.
“Kami mendesain ban ini (Champiro Eco) untuk pasar Eropa, khususnya untuk memenuhi standar lingkungan di sana,” ungkap Christopher Siew Choong Chan, presiden direktur Gajah Tunggal. “Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa barang-barang buatan Indonesia bisa setara dengan kualitas dunia.”
Ekspansi.
“Kalau kita mau terkenal, ya, harus ekspansif,” kiat Nursalim. Seperti taipan pada umumnya, Nursalim sangat agresif memburu peluang. Pada 1977, Gajah Tunggal mulai berekspansi. Nursalim juga mempunyai pabrik cat, industri kabel, properti, pabrik kimia, tambak udang, perkebunan, tambang batu bara. Nursalim mulai menapaki bisnis perbankan dengan mengambil alih Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang hampir sekarat karena terlilit utang besar dan banyak nasabahnya yang kabur. Ia juga mendirikan bisnis patungan dengan nama PT Rajawali Wira Bhakti Utama. Kala itu, perusahaan ini memegang 20 persen saham RCTI. Pada 1991, Grup Rajawali mengambil alih pengelolaan PT Bentoel, yang sedang mengalami kesulitan likuiditas. Selain itu, Nursalim juga disebut-sebut memiliki saham di perusahaan milik keponakannya, yaitu Mitra Adiperkasa, sebuah perusahaan ritel untuk merek kelas menengah atas seperti Starbucks, Zara, Burger King, Reebok, Calvin Klein, Mark and Spencer, dan Kidz Station. Meski Ratih D. Gianda, Kepala Grup Hubungan Investor Mitra Adi Perkasa, membantah adanya kaitan antara Mitra Adi Perkasa dengan Sjamsul Nursalim.
Begitu pula dengan Gajah Tunggal. Perusahaan produsen ban terbesar di Asia Tenggara dengan omset penjualan melebihi $1,3 milyar ini menyanggah bahwa mereka masih memiliki hubungan dengan Sjamsul Nursalim. Mungkin hal ini terkait dengan kasus yang melilitnya. Namun apalah artinya pengakuan bagi seorang Nursalim yang telah sukses membuat ban asli indonesia melanglang buana ke dunia.
Jadi Sobat Studentpreneur, menurut Anda, apa lagi yang bisa Anda dapatkan dari figur seorang Sjamsul Nursalim? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.
Source
Belajar Bisnis Dari Sang Joker Heath Ledger
Oleh Adhika Dwi Pramudita | Studentpreneur – Sab, 6 Sep 2014
Tidak Perlu Menonjol Untuk Menonjol
Heath adalah seorang aktor brillian yang mampu meresap akar terdalam jiwa tiap perannya. Seorang master peran dan sangat dicintai dalam peran pemenang oscar dan juga menjadi film terakhirnya, The Dark Knight. Memerankan kriminal psycho jenius yang meneror seluruh kota, Heath membuktikan Joker adalah karakter penjahat terhebat dalam sejarah perfilman dunia. Ia memainkan Joker begitu kompleks hingga ‘terasuki’ karakter berwajah putih tersebut. Determinasinya untuk memahami, menghidupkannya sebagai Joker bahkan dalam kehidupan nyata.
Sepanjang film The Dark Knight, tidak ada satu scenepun Anda akan melihat wajah seorang Heath. Hanya ada seorang Joker yang mengambil alih pikiran dan jiwa Anda. Seringkali dalam sebuah perusahaan atau organisasi, ada orang yang ingin terlihat sangat menonjol. Apabila diberi pilihan bisa menonjol namun gagal secara hasil, atau tidak menonjol namun memberikan hasil luar biasa bagi perusahaan, mana yang Anda pilih? Pebisnis sejati tidak perlu menonjol untuk menonjol.
Belajar Bisnis Dari Sang Joker Heath Ledger [Studentpreneur]
Menciptakan Identitas Sendiri
Pengambilan peran yang begitu berani, jiwa yang bebas dan pikiran yang tak terbatas, itulah yang membentuk Heath Ledger sebagai salah satu aktor terbaik sepanjang masa. Ia tidak terjebak dengan karakter Joker yang diciptakan oleh pengarang asli maupun pemeran -pemeran Joker lain yang jauh lebih senior dengannya. Heath menciptakan Joker versi prespektifnya sendiri. Kini setelah kematiannya, talenta luar biasa itu masih belum tergantikan.
Dalam bisnis, seringkali kita dibayang-bayangi oleh sosok pebisnis senior atau perusahaan yang menjadi pemimpin di industri. Kecenderungan seorang pebisnis muda adalah meniru sosok pebisnis atau perusahaan sukses tersebut. Padahal, kalau ingin memenangkan persaingan, Anda harus menciptakan identitas sendiri, cara sendiri. Kagum dan terinspirasi boleh, ambil hal-hal positifnya, dan sesuaikan dengan cara Anda sendiri. Ingatlah, cara yang berhasil membangun sebuah bisnis lain belum tentu berhasil untuk bisnis Anda sendiri.
Passion adalah Segalanya
Heath memang tidak sempurna sebagai manusia, begitu banyak skandal yang ia alami selama berkarir bahkan hingga kini. Tapi ia adalah bukti nyata kekuatan passion, keyakinan, ketekunan dan keseriusan dalam berkarya. Mengutip quote yang pernah diucapkan beliau, “if you make decision based upon people’s reactions or judgements then you make really boring choices”.
Dalam bisnis, jangan lupa bahwa segalanya kembali kepada Anda. Apabila Anda melakukan bisnis tanpa mempunyai passion di dalamnya, kecil kemungkinannya untuk sukses. Passion adalah segalanya, jangan lupa libatkan passion tiap kali Anda mengambil keputusan bisnis.
Anda siap membuat keputusan yang akan merubah hidup Anda hari ini? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Luke]
Source
“Ketika Saya meninggal, uang Saya tidak akan ikut bersama Saya. Film-film Saya akan tetap hidup bagi orang lain untuk menilai seperti apa Saya. Saya hanya ingin tetap penasaran dan tersenyum seperti Joker.” – Heath Ledger.
Tak terasa sudah enam tahun kematian seorang Heath
Ledger berlalu pada Januari 2008. Hingga hari ini, dunia perfilman dunia
masih berduka akan kepergiannya yang cukup tragis. Tim Studentpreneur
merasa bahwa karakter Heath Ledger bisa menjadi pembelajaran yang
menarik bagi pebisnis muda.
Tidak Perlu Menonjol Untuk Menonjol
Heath adalah seorang aktor brillian yang mampu meresap akar terdalam jiwa tiap perannya. Seorang master peran dan sangat dicintai dalam peran pemenang oscar dan juga menjadi film terakhirnya, The Dark Knight. Memerankan kriminal psycho jenius yang meneror seluruh kota, Heath membuktikan Joker adalah karakter penjahat terhebat dalam sejarah perfilman dunia. Ia memainkan Joker begitu kompleks hingga ‘terasuki’ karakter berwajah putih tersebut. Determinasinya untuk memahami, menghidupkannya sebagai Joker bahkan dalam kehidupan nyata.
Sepanjang film The Dark Knight, tidak ada satu scenepun Anda akan melihat wajah seorang Heath. Hanya ada seorang Joker yang mengambil alih pikiran dan jiwa Anda. Seringkali dalam sebuah perusahaan atau organisasi, ada orang yang ingin terlihat sangat menonjol. Apabila diberi pilihan bisa menonjol namun gagal secara hasil, atau tidak menonjol namun memberikan hasil luar biasa bagi perusahaan, mana yang Anda pilih? Pebisnis sejati tidak perlu menonjol untuk menonjol.
Menciptakan Identitas Sendiri
Pengambilan peran yang begitu berani, jiwa yang bebas dan pikiran yang tak terbatas, itulah yang membentuk Heath Ledger sebagai salah satu aktor terbaik sepanjang masa. Ia tidak terjebak dengan karakter Joker yang diciptakan oleh pengarang asli maupun pemeran -pemeran Joker lain yang jauh lebih senior dengannya. Heath menciptakan Joker versi prespektifnya sendiri. Kini setelah kematiannya, talenta luar biasa itu masih belum tergantikan.
Dalam bisnis, seringkali kita dibayang-bayangi oleh sosok pebisnis senior atau perusahaan yang menjadi pemimpin di industri. Kecenderungan seorang pebisnis muda adalah meniru sosok pebisnis atau perusahaan sukses tersebut. Padahal, kalau ingin memenangkan persaingan, Anda harus menciptakan identitas sendiri, cara sendiri. Kagum dan terinspirasi boleh, ambil hal-hal positifnya, dan sesuaikan dengan cara Anda sendiri. Ingatlah, cara yang berhasil membangun sebuah bisnis lain belum tentu berhasil untuk bisnis Anda sendiri.
Passion adalah Segalanya
Heath memang tidak sempurna sebagai manusia, begitu banyak skandal yang ia alami selama berkarir bahkan hingga kini. Tapi ia adalah bukti nyata kekuatan passion, keyakinan, ketekunan dan keseriusan dalam berkarya. Mengutip quote yang pernah diucapkan beliau, “if you make decision based upon people’s reactions or judgements then you make really boring choices”.
Dalam bisnis, jangan lupa bahwa segalanya kembali kepada Anda. Apabila Anda melakukan bisnis tanpa mempunyai passion di dalamnya, kecil kemungkinannya untuk sukses. Passion adalah segalanya, jangan lupa libatkan passion tiap kali Anda mengambil keputusan bisnis.
Anda siap membuat keputusan yang akan merubah hidup Anda hari ini? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Luke]
Source
Hah, Australia Bantu Indonesia Merdeka?
“Dalam
KTN, Indonesia bukannya memilih India, negara korban imperialisme atau
negara-negara Arab. Indonesia malahan memilih Australia sebagai wakilnya
untuk menyuarakan kemerdekaan. Mengapa?”
4 Mei lalu dalam merayakan Hari Pendidikan Nasional, Konsulate Jenderal Republik Indonesia Sydney mengadakan panel diskusi mengenai “Peranan Australia dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.”
Selain
diskusi bersama para pakar sejarah dari beberapa Universitas di Sydney,
publik juga berkesempatan untuk menonton sebuah film berjudul: Indonesia Calling 1946.
Film dokumenter buatan sutradara Belanda, Jory Ivens ini mengungkapkan
dukungan Australia terhadap Indonesia dalam mendeklarasikan kedaulatan
Republik yang masih muda kala itu.
Adapun
diskusi dan pemutaran film ini membuka wawasan publik Indonesia atas
dukungan Australia yang terlupakan selama ini. Selain itu beberapa
“missing puzzle” yang selama ini ada dalam pelajaran sejarah kemerdekaan
kini ditemukan membuat semuanya masuk akal.
Meski merdeka tahun 1945, Indonesia bagaimanapun harus mengakui bahwa proklamasi terjadi berkat faktor “vacuum of power” di Jakarta karena Jepang mulai kehilangan kekuatan perangnya di wilayah Asia Pasifik. Ujian sesungguhnya bagi republik muda tersebut muncul ketika Perang Dunia II usai.
Kala itu Belanda (NICA) kembali ke Indonesia dengan kekuatan militer yang sudah mulai pulih pasca perang. Aksi polisional atau dikenal sebagai agresi militer Belanda nyaris menghabiskan sebagian besar teritorial Republik.
Saat
itulah ada dua negara yang berperan penting membawa kasus tersebut
kepada PBB dan menekan Belanda untuk menghentikan agresi militernya.
Yang pertama adalah India dan kedua adalah Australia. Keterlibatan India
mungkin dapat dimaklumi mengingat kesamaan nasib sebagai korban
imperialisme.
Namun
alasan mengapa Australia ikut bersimpati menentang Belanda nyaris tidak
pernah dibahas. Ketika PBB membentuk Komisi Tiga Negara untuk meredam
konflik. Kedua negara yang berseteru diminta memilih perwakilannya.
Belanda memilih Belgia, negara tetangga-nya dan Indonesia secara
mengejutkan justru memilih Australia. Bangsa yang berbeda ras dan justru
merupakan sekutu dekat Belanda dalam Perang Dunia II.
![]() |
| Cuplikan film Indonesia Calling |
Bagaimana Awalnya Hubungan Australia-Indonesia Terjadi?
Kembali
ke masa invasi pendudukan Jepang. Belanda mengalami kekalahan berat dan
melarikan diri ke Australia. Dibawa pula saat itu ribuan rakyat
Indonesia yang bekerja pada administrasi Belanda. Kebanyakan dari mereka
berprofesi sebagai pelaut.
Ada
2 kategori pelaut yang bekerja pada Belanda saat itu. Yang pertama
adalah perwira kapal yang kebanyakan adalah orang Manado dan Kristen.
Mereka kaum terpelajar, dapat berbahasa Inggris dan Belanda, serta melek
informasi dan kondisi politik saat itu serta gaji layaknya orang Eropa.
Yang kedua adalah buruh kapal yang kebanyakan orang Jawa dan Muslim.
Mereka buta huruf, hanya mampu berbahasa lokal dan bekerja di lingkungan
yang buruk. Gajinya pun sangat minim.
Tak
lama para pelaut tersebut berhubungan kontak dengan Australian Seamen’s
Union in Sydney. Asosiasi tersebut terkejut melihat diskriminasi yang
terjadi. Mereka memberitahu para pelaut Indonesia bahwa mereka sekarang
bekerja di Australia, dihormati hak-haknya sebagai pekerja serta
memiliki hak untuk protes.
Sekitar
2000 pelaut lalu mengadakan unjuk rasa di Sydney. Belanda balik
menyerang dan menyebut para pelaut tersebut sebagai pengkhianat. Mereka
lalu sempat dikirim ke penjara. Namun pada akhirnya, para pelaut
tersebut berhasil dilepas dan bekerja dalam kondisi yang jauh lebih
baik.
Perlakuan
Union yang memperhatikan hak-hak kaum pekerja bisa dikatakan suatu hal
baru bagi rakyat Indonesia saat itu yang selama ratusan tahun terbiasa
oleh design sistem hierarki yang diterapkan Belanda. Namun hubungan baik
antara Union Australia dan pelaut Indonesia ini barulah sebuah awal.
Ketika
Jepang melemah dan meninggalkan Indonesia, Belanda menggunakan
kesempatan ini untuk kembali. Di pelabuhan-pelabuhan Sydney dan
Melbourne, kapal-kapal Belanda memuat berbagai amunisi dan senjata
perang yang siap dikirim untuk menggempur Indonesia.
Beberapa
tahanan pengasingan dari Digoel yang dibawa ke Australia memainkan
peranan penting dalam membangun koneksi dengan Union. Mereka melapor
pada Queensland Trades and Labor Council dan selanjutnya diteruskan pada
Waterside Workers Federation.
Bersimpati
dengan perjuangan Indonesia, WWF pun bertindak. Aksi mogok bongkar muat
pun diadakan secara nasional, terutama Brisbane, Sydney dan Melbourne.
Tak lama, perserikatan pelaut lainnya turut serta. Dalam satu minggu,
peristiwa yang dikenal dengan nama “Black Ban” menjalar bahkan hingga Selandia Baru dan Singapura. Kejadian ini terekam dalam film dokumenter Indonesia Calling.
Sang
sutradara Joris Ivens adalah seorang warga Belanda dan pendukung
komuninesme. Suatu ironi mengingat kebangsaannya adalah lambang
imperialisme terhadap Indonesia dan faham komunismenya kelak menjadi
sesuatu yang terlarang di Indonesia. Namun diplomasi filmnyalah yang
membuka mata dunia akan eksistensi NKRI.
Kejadian
ini masuk dalam headline news koran-koran Australia dan publik Aussie
pun tahu mengenai perjuangan Indonesia. Sementara itu, Belanda
pontang-panting karena bantuan militernya terhambat. Namun di sisi lain,
ini artinya setiap pelaut Indonesia yang bekerja untuk Belanda kini
tidak tergaji dan tidak punya tempat akomodasi.
Rapat
publik pun diadakan dan acara amal dibuat untuk membantu para pelaut
Indonesia. Berbagai perserikatan pekerja di Australia membantu para
pelaut yang putus kerja dalam mencari tempat tinggal. Mereka dapat
tinggal di hostel dan beberapa disediakan ranjang di Brisbane Trade
Hall, dimana black ban pertama dicetuskan.
Ketika
mata Australia tertuju pada aksi pelaut Indonesia, kesempatan ini tidak
disia-siakan oleh CENKIM (Central Komite Indonesia Merdeka), organisasi
yang didirikan di Australia oleh para tokoh politik yang pernah
diasingkan Belanda ke Digul. Tanpa kesulitan mereka mengadakan aksi
turun ke jalan besar-besaran di Melbourne sembari berteriak “Long Live
The Republic of Indonesia.”
Ini
tentu sebuah pernyataan yang radikal, terutama diserukan di negara
sekutu Belanda. Namun di mata Australia, mereka melihat orang Indonesia
sebagai sahabat yang turut serta berperang melawan musuh yang sama:
Jepang serta membutuhkan bantuan untuk pulang ke negara asalnya. Banyak
tentara Australia juga ikut turun ke jalan sebagai tanda mendukung
kemerdekaan Indonesia.
Australia
semakin dekat dengan Indonesia. Pada bulan Juni 1947, Usman
Sastromijoyo terbang ke Australia. Meski belum official saat itu, ia
telah dipercaya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Australia. Pada akhir
Juli, seorang anggota CENKIM, Mohammad Bondan mendengar berita di radio
bagaimana Belanda melanggar perjanjian Linggar Jati dan melakukan
agresi militer. Bersama istrinya, Molly, wanita Australia yang
bersimpati dengan perjuangan Indonesia, mereka menulis ulang berita
tersebut dalam bahasa Inggris dan memberikannya pada pers Australia.
Dengan
cepat berita tersebar dan pemerintah Australia membawa kasus tersebut
kepada PBB. Agresi berhasil dihentikan dan gencat senjata diadakan.
Komisi Tiga Negara dibuat dan Indonesia memilih Australia sebagai
wakilnya. Australia mengirim Justice Kirby dan Thomas Critchley.
Critchley di kemudian hari menjadi salah satu sahabat baik Wakil
Presiden Mohammad Hatta.
Hubungan
Belanda dan Australia semakin renggang. Sebelumnya Australia sempat
marah pada Belanda, ketika sekutunya tersebut membawa para tahanan
politik Digul dan membohongi Australia bahwa mereka adalah tawanan
perang pro-Jepang. Para tahanan akhirnya dilepas dan pemerintah
Australia memberikan mereka kebebasan untuk mencari kerja.
Kebebasan
ini pulalah yang dimanfaatkan untuk menyuarakan kemerdekaan Indonesia
melalui CENKIM. Ketika Indonesia meraih kedaulatan pada tahun 1950,
Australia menjadi salah satu negara barat pertama yang menjadi sahabat
dekat Indonesia.
*As Seen on OZindo Magazine June Issue 2013
Friday, September 12, 2014
Alasan Laki-laki Enggan Bilang I Love You
TRIBUNNEWS.COM
Jika kita bertanya pada perempuan tentang komitmen, mayoritas mereka akan menjawab "Saya tidak tahu kenapa, tetapi dia tidak suka berkata 'I Love You'".
Ini dapat digolongkan masalah yang umum terjadi pada pasangan.Jika kita bertanya pada perempuan tentang komitmen, mayoritas mereka akan menjawab "Saya tidak tahu kenapa, tetapi dia tidak suka berkata 'I Love You'".
Di sisi lain, perempuan tidak ragu mengatakan kalimat ajaib untuk pasangannya, sepanjang waktu, bahkan setiap hari. Tetapi berbeda dengan laki-laki. Bagi mereka, ia malu dan tidak nyaman dalam mengekspresikan diri.
Jika seorang laki-laki tidak mengatakan 'I Love You' setiap kali, bukan berarti laki-laki tersebut tidak yang tepat bagi kita. Laki-laki memang tidak suka mengulang-ulang tiga kata tersebut.
Berikut ini, ulasan BoldSky.com mengapa laki-laki "membenci" mengatakan 'I Love You'.
- Tidak ekspresif
Laki-laki tidak seekspresif perempuan. Mereka tidak mengetahui bagaimana mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Di samping itu, perempuan sangat ekspresif, dan laki-laki mengharapkan lebih banyak ekspresi dari pasangannya.
- Terdengar palsu
Bagi laki-laki, mengatakan kata 'I Love You' sepanjang waktu terdengar palsu. Hal tersebut tidak langsung dalam hati, karena kata-kata itu "otomatis" keluar dari mulut. Mereka hanya akan mengatakan tiga kata itu jika mereka bersungguh-sungguh.
- Menjengkelkan
Mengatakan 'I Love You' juga dapat menjengkelkan bagi laki-laki. Karena ketika mereka sibuk dengan pekerjaan atau kesibukannya, sedangkan pasangan meminta mengatakan 'I Love You' dapat membuatnya jengkel. Bahkan mereka tidak mau mengatakannya.
- Kurang emosional
Jika pasangan kita tidak mengatakan 'I Love You' sama sekali, bahkan untuk sekedar membahagiakan kita, kemungkinan ia kurang emosional. Namun ketika kita meminta dia yang sedang berada dalam emosi bahagia, ia akan mengatakan dengan penuh cinta dan emosi.
- Male ego
Untuk sebagian laki-laki, mengatakan 'I Love You' dapat "memukul" ego-nya. Laki-laki dengan male ego-nya yang kuat merasa bahwa terlalu sering mengatakan tiga kata itu membuat mereka tampak lemah dan putus asa.
Itulah sebabnya, jika di antara kita yang bertanya 'kenapa laki-laki terlalu egois hanya sekedar mengatakan 'I Love You'?' Mereka akan menjawab 'Ini tidak benar. Ya, itulah male ego, yang terkadang menjadi salah satu pemicu pertengkaran dalam sebuah hubungan. (Agustina N.R)
Source
8 Cara Membakar Lemak Terbaik Menurut Penelitian
Mengurangi waktu makan, lari berjam-jam, atau bahkan tidak makan dan tidak minum, adalah cara diet konvensional yang justru membuat lemak di tubuh Anda sulit pergi dan membuat Anda kesakitan.
Nah, seiring perkembangan jaman, para peneliti dari berbagai penjuru dunia berhasil menemukan formula tepat mengikis lemak membandel yang ada di tubuh Anda. Bahkan, cara ini lebih mudah dan aman dari cara konvensional yang biasa Anda lakukan. Apa saja?
Ambil Tas Singkirkan Lemak
Lain kali jika Anda ingin jalan kaki mengelilingi blok perumahan, jangan lupa kenakan tas ransel Anda. Isi tas tersebut dengan beban 20 persen dari berat badan Anda. Sebuah laporan dari American College of Sports Medicine menemukan bahwa cara ini bisa membakar lemak hingga 30 persen.Jalan kaki dengan menggunakan tongkat di kedua tangan juga memberikan keuntungan berlipat buat Anda. Anda akan berjalan lebih lama, tekanan pada pinggang berkurang dan energi Anda akan meningkat sebanyak 67 persen, seperti dilaporkan Journal of Strength & Conditioning Research.
Latihan Saat Cuaca Dingin
Latihan saat cuaca dingin dapat membantu membakar lemak lebih banyak. Ilmuwan di University of Gothenburg menemukan, saat latihan di cuaca dingin, lemak cokelat membawa kalori dari lapisan lemak sehingga lapisan lemak pun berkurang.“Semua itu bisa Anda dapatkan hanya dengan latihan 4 menit di suhu 4 derajat Celcius,” terang Profesor Mike Cawthorne dari University of Buckingham.
Studi lain di University of Nottingham juga menemukan bahwa latihan saat cuaca panas juga mengaktifkan lemak cokelat.
Perut Sixpack dengan Tidur Cukup
Studi selama 5 tahun yang dilakukan Wake Forest University di Amerika Serikat menemukan, tidur antara 6-7 jam tiap malam adalah waktu terbaik untuk mengurangi lemak di perut.“Beri diri Anda jeda waktu 3 jam sejak Anda menyelesaikan latihan di gym hingga menuju tempat tidur,” ungkap Dr Louise Reyner di Loughborough Sleep Research Center.
“Latihan akan merangsang produksi adrenalin yang turut mempengaruhi kualitas tidur,” tambahnya.
Bakar Lemak di 134 Detak Jantung/Menit
Penelitian di University of Colorado menemukan, seseorang yang berlatih dengan dengan detak jantung maksimal 134 detak jantung/menit mampu membakar lebih banyak lemak.Berlari adalah latihan terbaik karena bisa membakar 0.7 gr lemak setiap menitnya, demikian menurut temuan dari University of Cape Town. Cara terbaik untuk mengetahui detak jantung saat latihan adalah dengan menggunakan heart rate monitor.
Mengangkat Lebih Eksplosif
Tim peneliti di Ball State University menyatakan bahwa ketika Anda mengangkat beban, langkah terbaik untuk mengikis lemak adalah dengan melakukan gerakan eksplosif, yaitu mengangkat beban dalam 1 detik dan menurunkannya dalam 3 detik.Mereka juga menyatakan bahwa latihan tubuh bagian bawah seperti; squat, lunges, dan calf raises, adalah latihan terbaik untuk menjajal teknik eksplosif ini. Para peneliti menganjurkan untuk minum segelas susu bebas lemak setelah sesi latihan selesai.
Mengonsumsi 600ml susu bebas lemak usai latihan membakar lemak hampir dua kali lebih banyak dari mengonsumsi minuman kebugaran.
Latihan Interval
Studi yang dilakukan tim peneliti di University of New South Wales Australia menemukan, 8 detik latihan intensitas tinggi diikuti 12 detik intensitas rendah adalah cara efektif memangkas lemak tubuh.“Gunakan elliptical trainer atau sepeda stasioner saat melakukan teknik ini (interval),” terang Mack Parnell of Rebootpt.co.id.
“Lakukan menggunakan 40-50 persen dari kekuatan maksimal Anda. Ulangi sebanyak 20 menit seminggu dua kali untuk membakar lemak lebih banyak lagi,” tambahnya.
Makan 5 x Sehari
“Untuk membakar kalori lebih banyak, makanlah 5 porsi kecil setiap hari,” kata peneliti di University of Toronto. 3 menu makan harus mengandung kombinasi protein, karbohidrat dan lemak sehat.Pilihlah menu yang sehat dan rendah kalori di waktu makan Anda. Telur rebus dan roti gandum bisa menjadi pilihan yang tepat untuk sarapan. Untuk snack siang Anda bisa ngemil kacang-kacangan atau buah. Sesuaikan pula untuk waktu makan lainnya.
Targetkan 70 persen protein untuk setiap menu makan yang Anda konsumsi, baik dari ikan, daging, atau buah dan sayuran.
Langsing dengan 25mg Vitamin D
Studi yang dilakukan oleh tim peneliti di University of Minnesota menemukan bahwa meningkatkan asupan vitamin D dapat membantu menurunkan berat badan.“Makanan yang kaya akan vitamin D adalah salmon,” kata ahli nutrisi Anita Bean. “100gr fillet salmon mengandung 25mg vitamin D,” tegasnya.
“Lengkapi dengan bumbu sehat seperti, bawang, lemon dan kombinasi salad plus cuka. Tambahkan pula minyak zaitun (olive oil) untuk meningkatkan kemampuan tubuh membakar lemak.
“Makanan ini merupakan sumber antioksidan untuk menetralisir bahan kimia merugikan yang dapat mengakibatkan naiknya berat badan,” tukas Bean. (dan)
Pembakar lemak terbaik di Duniafitnes Store –> Ultra Ripped Fast Acting Formula
Source
Tuesday, September 9, 2014
3-9-1784: Perang Revolusi AS Berakhir
Tanggal 3 September 1784, Perang Revolusi Amerika
Serikat berakhir dengan ditandatanganinya Traktat Paris -- yang mengakui
kedaulatan Amerika Serikat atas teritori yang secara kasar dikelilingi
oleh wilayah yang saat ini menjadi Kanada di utara, Florida di selatan,
dan Sungai Mississippi di barat.
Perjanjian untuk mengakhiri perang yang berlangsung selama lebih dari delapan tahun diteken oleh Richard Oswald dan Henry Strachey dari pihak Inggris. Dari AS diwakili John Adams, Benjamin Franklin, John Jay, dan Henry Laurens. Demikian yang dilansir Liputan6.com dari Revolutionary-war.net, Rabu (3/9/2014).
Konflik terjadi setelah Amerika Serikat merdeka pada 4 Juli 1776, namun kemudian Britania Raya masih mendudukkan kekuasaannya di Negeri Paman Sam.
Warga Amerika saat itu memprotes pemberlakukan UU Stempel 1765 yang dikeluarkan Parlemen Britania Raya karena aturan soal pemberlakuan pajak itu dinilai tidak sesuai dengan aspirasi mereka.
Pihak yang memberontak itu kemudian membentuk Kongres Kontinental yang bersatu. Juga membentuk pemerintahan bayangan di setiap koloni, meski pada awalnya masih mengaku setia kepada Raja. Amerika pun memboikot teh Britania yang dikenai pajak. Langkah ini memicu peristiwa Pesta Teh Boston tahun 1773, penghancuran muatan teh kapal Britania.
Menanggapi manuver tersebut, London mengakhiri pemerintahan mandiri di Massachusetts dan meletakkannya di bawah kendali pasukan Britania dengan Jenderal Thomas Gage sebagai gubernurnya.
April 1775, Gage mengetahui ada pengumpulan senjata dari Amerika di Concord. Ia mengirimkan tentara Britania untuk merampas dan menghancurkan senjata tersebut. Pihak Amerika melawan. Bentrokan pun terjadi. Milisi lokal dan tentara Inggris baku tembak.
Mengetahui kondisi tersebut, Raja Britania turun tangan dengan mengeluarkan dekrit. Alih-alih mendukung dekrit, kaum revolusioner pada akhirnya mendeklarasikan kemerdekaan sebuah bangsa baru yang berdaulat bernama Amerika Serikat, pada tanggal 4 Juli 1776. Namun kaum loyalis menolak Deklarasi ini dan berpihak pada Raja. Kaum revolusi terus memberontak namun digagalkan karena sejumlah tokoh utamanya diasingkan.
Mulai 1776, Prancis, Spanyol, dan Belanda diam-diam memberi persediaan, amunisi, dan senjata kepada kaum revolusioner. Sejak Juni 1776, Amerika Serikat berhasil mengendalikan setiap negara bagian secara penuh, tetapi kemudian Angkatan Laut Kerajaan Britania menduduki New York City dan menjadikannya pangkalan utama mereka. Perang ini segera buntu.
Prancis, Belanda dan Spanyol mulai menunjukkan taringnya secara terbuka. Ketiga negara tersebut secara terbuka menurunkan tentaranya untuk membantu Amerika Serikat dan menyerang Inggris. Pada akhirnya Inggris keok. Dan "Treaty of Paris" pun disepakati.
![]() |
| Virginia was the largest state at
the end of the Revolution. Map of the United States in North America. By Thomas Kitchin Sr. 1783 |
Peristiwa lain di tanggal yang sama, pada tahun 1943, daratan Italia untuk pertama kalinya diduduki pihak Sekutu (Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Inggris, dll) dalam rangkaian Perang Dunia II. Qatar memperoleh kemerdekaan dari Britania Raya juga pada 3 September, tahun 1971. (Ein)
Source
Thursday, September 4, 2014
Ingin Panjang Umur? Kurangi Waktu Duduk
KOMPAS.com - Mengurangi waktu duduk dan lebih aktif bergerak bukan hanya membuat kita bugar tapi juga memperpanjang usia karena DNA kita jadi lebih muda.
Sudah sejak lama para ahli mewanti-wanti bahaya duduk terlalu lama. Makin banyak waktu yang dihabiskan untuk duduk, makin pendek panjang DNA yang disebut telomer.
Telomer berfungsi untuk melindungi ujung kromosom. Seiring usia telomer akan terus memendek hingga batas tertentu. Pada batas maksimalnya hingga telomer tidak bisa memendek lagi, maka sel akan mati.
"Data kami menunjukkan bahwa memanjangkan telomer adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan," kata Per Sjogren, pemimpin penelitian sekaligus profesor di Universitas Uppsala, Swedia.
Meski demikian, para peneliti masih berhati-hati terhadap kesimpulan penelitian ini karena skala penelitian kecil.
"Telomer telah menarik banyak perhatian beberapa tahun terakhir ini. Alasannya, telomer terletak di ujung kromosom dan terbukti penting untuk replikasi DNA serta ketahanan sel. Ketertarikan untuk mengetahui apa telomer berdampak pada kesehatan dan usia panjang seseorang semakin tinggi," ujar Sjorgren.
Telomer mencegah kromosom saling terpisah atau menyatu, sehingga merusak kode genetik yang dibawanya. Namun, peneliti belum menemukan alasan pasti mengapa mengurangi posisi duduk dapat memperpanjang telomer. "Itu masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab," katanya.
Dr. David Katz, direktur Pusat Riset Pencegahan Universitas Yale mengatakan, "Telah dibuktikan sejak lama bahwa semakin lama kita duduk setiap harinya, semakin berkurang pula sisa hidup kita. Orang yang hidupnya aktif cenderung berusia lebih panjang," katanya.
Menurut Katz, bukti-bukti kuat ini menunjukkan bahwa gaya hidup memengaruhi gen dan panjang telomer. "Studi ini melengkapi potongan informasi dengan menekankan bahwa terdapat hubungan antara pengurangan lama duduk dan pemanjangan telomer," katanya.
Studi tersebut mempelajari 49 orang berusia 60 tahun ke atas yang jarang berolahraga dan kelebihan berat badan. Peneliti mengambil sampel darah mereka dua kali dengan jarak enam bulan.
Para partisipan telah lebih dahulu mengikuti riset yang membagi mereka antara tetap melakukan rutinitasnya dan mengikuti program latihan baru. Hasilnya, kegiatan olahraga ternyata tidak berpengaruh pada panjang telomer, justru waktu duduklah yang paling terkait.
Source
Wednesday, August 20, 2014
Begini Cara Menara Big Ben London Dibersihkan
![]() |
| Ahli Abseiled semprotkan formula pembersih kotoran yang menempel di permukaan jam WS menara Big Ben, London, Inggris, 18 Agustus 2014. (dailymail) |
![]() |
| Para pembersih terlihat dari kejauhan sedang bersihkan menara Big Ben, London, Inggris, 18 Agustus 2014. (dailymail) |
![]() | |
| Pemandangan menara Parlemen Big Ben dan sekitarnya di London, Inggris, 18 Agustus 2014. (dailymail) |
Source
Tuesday, August 19, 2014
Kuliner Tionghoa di Nusantara
CAP go meh, hari kelimabelas Imlek,
dirayakan warga Tionghoa dengan menggelar keramaian, lengkap dengan
pernak-pernik khas dan sajian kulinernya.
Di masa lalu, saat perayaan cap go meh
di Jakarta, terlebih bagi pemuda yang hendak melamar gadis pujaannya,
maka ada syaratnya. “Cialat atau cilaka dua belas bagi mantu yang datang sowan tanpa membawa sepasang bandeng,” tulis Alwi Shahab dalam Robih Hood Betawi. “Calon mantu yang begini tidak punya liangsim atau rasa malu.”
Makanan bagi warga
Tionghoa adalah utama, termasuk bagi mereka yang merantau ke Nusantara.
Usaha membuat makanan yang serupa dengan daerah asalnya terkendala
karena beberapa bahan tidak ditemui di daerah ini. Akhirnya, mereka
berkreasi.
Menurut Joseph “Aji”
Chen, wakil koordinator Dewan Pakar Asosiasi Peranakan Tionghoa
Indonesia (Aspertina), para perantau yang pergi ke negeri selatan
beradaptasi dengan bahan makanan yang ada, bahkan memunculkan kreasi
baru.
“Para pendatang membuat
tahu, kembang tahu, mie, bihun, soun, tauco, kecap seraya memanfaatkan
bahan-bahan setempat,” tulis Helen Ishwara dalam Peranakan Tionghoa Indonesia, Sebuah Perjalanan Budaya.
Gabungan teknik dan penyesuaian bahan
menciptakan beragam kuliner baru yang sebelumnya tak pernah ada. Lontong
cap go meh salah satunya. Lontong ini, kata Joseph, menggantikan sajian
resmi di negeri asal yaitu ronde atau yuanxiao. Potongan
lontong yang bundar melambangkan bulan purnama dan warna putih simbol
kebersihan hati. Pembuatan lontong diilhami dari cara memasak bacang.
Ketika lontong cap go meh disajkan,
terdapat menu ayam opor dengan kuah santan kuning atau putih. “Kuliner
peranakan tidak dapat menghindari pemakaian santan. Karakteristiknya
yang machtig (rich and tasty) memberikan kekhasan luar biasa dalam sajian yang menggunakannya sehingga sering diistilahkan dengan signature dish,” ujar Joseph.
Sebenarnya, kata Joseph, masakan
Tiongkok murni tidak memiliki rasa yang kaya, rumit, dan kompleks karena
lebih menekankan citarasa asli. “Misalnya sawi masih terasa seperti
sawi, ayam masih seperti ayam rebus yang belum ‘tercemari’ hiruk-pikuk
bumbu.”
OLEH: ARYONO
Source
Thursday, August 14, 2014
Meteor di Tengah Pertempuran
![]() |
| Patung Mithridates VI (kiri) dan Lucius Licinius Lucullus (kanan). |
KERAJAAN Roma berkembang
pesat dan terus meluaskan kekuasaan politiknya ke wilayah Timur melalui
Asia Kecil. Beberapa kerajaan merdeka di wilayah tersebut melawan. Salah
satunya Kerajaan Pontus.
Berpusat di Sinope, dekat
Laut Hitam, Pontus adalah kerajaan hellenistik (bercorak budaya campuran
Persia-Yunani) yang berdiri tahun 281 SM. Pontus mencapai puncak
keemasaannya pada masa kekuasaan Raja Mithridates VI. Dia mempunyai
agenda politik yang anti terhadap segala hal berbau Romawi.
Peperangan pun terjadi.
Sejarah mencatat, terjadi tiga kali perang Pontus-Roma: Perang
Mithridatic I (88-84 SM), Mithridatic II (83-81 SM), dan Mithridatic III
(75-63 SM).
Perang Mithridatic III
dipicu oleh kegagalan Mithridates VI menjatuhkan Raja Nicomedes IV dari
Bithynia, kerajaan hellenistik di pesisir Laut Hitam yang dikendalikan
Roma. Kegagalan ini membuat Roma ikut campur, bahkan berupaya
menjatuhkan Mithridates VI sekaligus menjadikan Pontus yang kaya sebagai
provinsinya. Lucius Licinius Lucullus, seorang politisi, memimpin
pasukan Roma dalam Perang Mithridatic III.
Pada suatu waktu antara
tahun 74-70 SM, Lucullus bermaksud melakukan serangan mendadak ke Pontus
ketika Mithridates VI sedang pergi dengan pasukannya. Namun dia justru
dikejutkan oleh kemunculan pasukan Pontus yang dipimpin Mithridates VI.
Kedua pasukan pun bersiap perang di Otroea, dekat Danau Iznik di Turki
modern.
“Ketika kedua pasukan
sedang bersiap-siap untuk bertempur, tiba-tiba langit terbelah dan di
antara kedua pasukan tampaknya telah jatuh sebuah meteor besar yang
terbakar, bentuknya menyerupai sebuah tong berwarna perak yang panas,”
ujar Plutarch, sejarawan Yunani, seperti dikutip James Ussher dkk dalam The Annals of the World, Volume 1.
Kedua pasukan terkejut dan
memilih lari meninggalkan medan perang. Mereka menafsirkan fenomena alam
ini sebagai pertanda buruk dari dewa mereka masing-masing.
“Adalah benar jika orang-orang Roma pada masa itu takut dengan komet, bintang jatuh, dan meteor,” tulis Adrienne Mayor dalam The Poison King: The Life and Legend of Mithradates, Rome’s Deadliest Enemy.
Sejarawan modern kerap
melupakan peristiwa itu. Namun Richard Stothers, seorang peneliti NASA
yang ahli dalam mengobservasi peristiwa-peristiwa astronomi di masa
kuno, memiliki sedikit penjelasan mengenai jenis meteor yang jatuh
tersebut.
“Karena ada ribuan saksi
yang melihat dari jarak dekat, Stothers meyakini laporan dari Plutarch
otentik. Munculnya cahaya yang amat menyilaukan di siang hari itu
mengindikasikan besarnya dampak getaran yang dihasilkan meteor ini.
Stothers mengestimasi ukuran lingkar objek tersebut lebih dari 4 kaki
(121 cm),” tulis Adrienne.
Perang antara Lucullus dan Mithridates VI batal karena peristiwa ini. Dan nasib buruk pun menimpa mereka setelahnya.
Karena dianggap tak kompeten, Lucullus
dicopot dari jabatannya sebagai pemimpin pasukan. Dia digantikan Pompey,
jenderal Roma yang kemudian menaklukkan Pontus dan mengakhiri Perang
Mithridiatic III. Mithridates VI memilih bunuh diri daripada tertangkap
pasukan Roma.OLEH: RAHADIAN RUNDJAN
Source: here
Wednesday, August 13, 2014
Kopi yang Mengubah Eropa
Revolusi bermula di kedai-kedai kopi.

SEJAK Baba Budan, seorang jamaah haji asal Mysore, India, menyelundupkan tujuh biji bibit kopi dari Jazirah Arab ke kampungnya di India pada abad ke-15, penyebaran kopi ke seluruh dunia tinggal menunggu waktu. Benua biru, Eropa, menjadi wilayah selanjutnya yang diinvasi bebijian pahit ini. Namun, hingga abad ke-17, pengetahuan “orang-orang Barat’ perihal kopi boleh dibilang minim.

Baru pada 1615 orang-orang Eropa secara formal berkenalan dengan kopi. Saat itu para pedagang dari Venezia, Italia, membawa pulang kopi dari daerah Levant, yang kini dikenal sebagai area Timur Tengah, meliputi Israel, Yordania, Libanon, dan Syiria. Setahun kemudian, sebagaimana ditulis pemilik situs gallacoffee.co.uk, James Grierson, dalam artikel “History of Coffee: Part III - Colonisation of Coffee”, giliran orang Belanda yang membawa kopi dari daerah Adan, Yaman, lalu membudidayakannya, dari Ceylon (sekarang Sri Lanka) hingga ke Nusantara. Belanda akhirnya memetik hasil. Mereka memonopoli industri kopi dunia, bahkan bisa menentukan harga. Puncaknya, pada 1700-an, kopi produksi Jawa bersaing dengan kopi asal Mocha,Yaman, sebagai produk kopi paling populer di dunia.
Para penguasa yang deg-degan, karena khawatir hal-hal politik dibincangkan orang di kedai-kedai kopi, mulai ambil kuda-kuda. Kekhawatiran itu tak berlebihan. Sejarawan Prancis, Michelet, dikutip Mark Pendergrast dalam Uncommon Grounds: The History of Coffee and How it Transformed Our World, menggambarkan penemuan kopi sebagai revolusi yang menguntungkan dan mampu memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru, bahkan memodifikasi temperamen manusia. Ide-ide yang beredar dalam diskusi di kedai-kedai kopi pada akhirnya terakumulasi dalam peristiwa Revolusi Prancis.

Di Jerman, popularitas kopi mengganggu penguasanya, Frederick the Great. Pada 1777, dia mengeluarkan manifesto yang mendukung minuman tradisional Jerman, bir: “Menjijikkan melihat meningkatnya kuantitas kopi yang dikonsumsi rakyatku, dan implikasinya, jumlah uang yang keluar dari negara kita. Rakyatku harus minum bir. Sejak nenek moyang, kemuliaan kita dibesarkan oleh bir.” Hal serupa sempat terjadi di Prancis ketika kopi mulai menyaingi wine. Sementara di Inggris, King George II memusuhi kopi lantaran orang-orang yang berkumpul di kedai-kedai kopi kerap mengolok-olok dirinya.

Di bagian lain Eropa, yakni Wina, Austria, perkenalan negeri ini dengan kopi seperti mengulang kisah klasik yang pernah terjadi di tempat lain. Juli 1683, pasukan Turki yang dipukul mundur meninggalkan beragam barang, termasuk lima ratus karung besar berisi kacang aneh, yang dianggap para tentara sebagai makanan unta. Karena ternyata unta-unta tak doyan, mereka lemparkanratusan karung tersebut ke api. Kolschitzky, seorang tentara yang pernah tinggal di Jazira Arab, terbangun oleh aroma kopi terbakar tersebut.
OLEH: AHMAD MAKKI/KONTRIBUTOR
Source: here

SEJAK Baba Budan, seorang jamaah haji asal Mysore, India, menyelundupkan tujuh biji bibit kopi dari Jazirah Arab ke kampungnya di India pada abad ke-15, penyebaran kopi ke seluruh dunia tinggal menunggu waktu. Benua biru, Eropa, menjadi wilayah selanjutnya yang diinvasi bebijian pahit ini. Namun, hingga abad ke-17, pengetahuan “orang-orang Barat’ perihal kopi boleh dibilang minim.
Kronik sekira tahun 1600, yang berisi
sekelompok pemuka gereja mendatangi Paus Clement VIII untuk memintanya
memfatwa haram kopi, menggambarkan betapa asingnya mereka terhadap kopi.
Catatan Sir George Sandys, penyair asal Inggris, pada 1610 masih
menunjukkan hal yang sama. Dia menulis, orang-orang Turki bisa ngobrol
hampir sepanjang hari sambil menyeruput minuman yang digambarkan sebagai
“sehitam jelaga, dan rasanya tak biasa”. Sandys juga mengatakan bahwa
minuman ini, “sebagaimana mereka (orang-orang Turki) bilang, membuat plong pencernaan dan menyegarkan tubuh.”

Baru pada 1615 orang-orang Eropa secara formal berkenalan dengan kopi. Saat itu para pedagang dari Venezia, Italia, membawa pulang kopi dari daerah Levant, yang kini dikenal sebagai area Timur Tengah, meliputi Israel, Yordania, Libanon, dan Syiria. Setahun kemudian, sebagaimana ditulis pemilik situs gallacoffee.co.uk, James Grierson, dalam artikel “History of Coffee: Part III - Colonisation of Coffee”, giliran orang Belanda yang membawa kopi dari daerah Adan, Yaman, lalu membudidayakannya, dari Ceylon (sekarang Sri Lanka) hingga ke Nusantara. Belanda akhirnya memetik hasil. Mereka memonopoli industri kopi dunia, bahkan bisa menentukan harga. Puncaknya, pada 1700-an, kopi produksi Jawa bersaing dengan kopi asal Mocha,Yaman, sebagai produk kopi paling populer di dunia.
Awalnya orang-orang Eropa memperlakukan
kopi sebagai bahan medis yang memberikan efek positif buat tubuh.
Harganya mahal. Umumnya dikonsumsi masyarakat kelas atas. Pada 1650-an,
ketika penjaja minuman lemon di Italia mengikutsertakan kopi sebagai
barang jualannya, sementara kedai-kedai kopi di Inggris bermunculan,
minuman ini mulai menemukan dimensi sosialnya; dikonsumsi sembari
berbincang-bincang.
Saat kopi mulai menyebar ke
negara-negara besar Eropa, cerita lama berulang kembali. Muncul
pihak-pihak yang menentangnya. Menurut Linda Civitello dalam Cuisine and Culture: A History of Food and People,
pada 1679, dokter-dokter dari Prancis membuat catatan buruk tentang
kopi. Dikatakannya, “...dengan penuh kengerian bahwa kopi membuat orang
tak lagi doyan wine.” Serangan ini disusul oleh seorang dokter
muda yang menganggap kopi bisa mengakibatkan keletihan, menimbulkan
hal-hal buruk pada otak manusia, menggerogoti fungsi tubuh, serta biang
keladi impotensi.
Pihak yang membela pun segera bersuara.
Seorang dokter, juga asal Prancis, Philippe Sylvestre Dufour,
menerbitkan buku yang menilai positif minuman eksotik ini. Lalu pada
1696, seorang dokter Prancis juga mengatakan kopi baik untuk tubuh dan
menyegarkan kulit. Namun, sebagaimana akan kita lihat nanti, oposisi
terhadap kopi tak berhenti sampai di sini.
Ketika mulai menemukan dimensi
sosialnya, kopi tak lagi sekadar minuman yang rutin dikonsumsi, tapi
juga terlibat dalam banyak perubahan sosial-politik di Eropa. Linda
Civitello mengatakan, untuk kali pertama orang (Eropa) memiliki alasan
untuk berkumpul di ruang publik tanpa melibatkan alkohol. Kegiatan ini
pun berkembang menjadi rutinitas sosial yang bersifat politis.
Sebagaimana ditulis situs The Economist pada 7 Juli 2011, “Back
to the coffee house”, pada era tersebut konsep media massa belum lagi
dikenal. Berita tersebar dari mulut-ke mulut di kedai-kedai kopi,
melalui proses dialogis.
Para penguasa yang deg-degan, karena khawatir hal-hal politik dibincangkan orang di kedai-kedai kopi, mulai ambil kuda-kuda. Kekhawatiran itu tak berlebihan. Sejarawan Prancis, Michelet, dikutip Mark Pendergrast dalam Uncommon Grounds: The History of Coffee and How it Transformed Our World, menggambarkan penemuan kopi sebagai revolusi yang menguntungkan dan mampu memunculkan kebiasaan-kebiasaan baru, bahkan memodifikasi temperamen manusia. Ide-ide yang beredar dalam diskusi di kedai-kedai kopi pada akhirnya terakumulasi dalam peristiwa Revolusi Prancis.

Di Jerman, popularitas kopi mengganggu penguasanya, Frederick the Great. Pada 1777, dia mengeluarkan manifesto yang mendukung minuman tradisional Jerman, bir: “Menjijikkan melihat meningkatnya kuantitas kopi yang dikonsumsi rakyatku, dan implikasinya, jumlah uang yang keluar dari negara kita. Rakyatku harus minum bir. Sejak nenek moyang, kemuliaan kita dibesarkan oleh bir.” Hal serupa sempat terjadi di Prancis ketika kopi mulai menyaingi wine. Sementara di Inggris, King George II memusuhi kopi lantaran orang-orang yang berkumpul di kedai-kedai kopi kerap mengolok-olok dirinya.
Namun tak ada perlawanan paling keras terhadap eksistensi kedai kopi di London ketimbang Women’s Petition
tahun 1674, yang memrotes terbuangnya waktu para lelaki di kedai kopi,
serta tak memungkinkannya perempuan berkunjung ke kedai kopi,
sebagaimana di Prancis. Lalu, pada 29 Desember 1675 Raja Inggris Charles
II mengeluarkan pernyataan tentang Pelarangan Kedai Kopi, dengan alasan
membuat orang mengabaikan tanggungjawab sosial serta mengganggu
stabilitas kerajaan. Suara-suara protes pun bermunculan di London.
Klimaksnya, dua hari sebelum aturan itu berlaku, raja mengundurkan diri.
Di bagian lain Eropa, yakni Wina, Austria, perkenalan negeri ini dengan kopi seperti mengulang kisah klasik yang pernah terjadi di tempat lain. Juli 1683, pasukan Turki yang dipukul mundur meninggalkan beragam barang, termasuk lima ratus karung besar berisi kacang aneh, yang dianggap para tentara sebagai makanan unta. Karena ternyata unta-unta tak doyan, mereka lemparkanratusan karung tersebut ke api. Kolschitzky, seorang tentara yang pernah tinggal di Jazira Arab, terbangun oleh aroma kopi terbakar tersebut.
“Demi Maria Yang Suci!” teriak
Kolschitzky. “Yang kalian bakar itu kopi! Kalau kalian tak tahu gunanya,
berikan padaku.” Makan dengan bekal tersebut ia membuka kedai kopi yang
termasuk generasi awal di Wina. Beberapa dekade kemudian, kopi mewarnai
kehidupan intelektual di kota tersebut.
Namun gambaran kedai kopi tak melulu
didominasi catatan positif. Begitu terbukanya tempat-tempat seperti ini
membuat orang dari berbagai latar belakang kelas sosial dan karakter,
bertemu bersamaan. Karenanya, seperti digambarkan sebuah catatatan yang
dikutip Mark Pendergrast, di kedai kopi orang membaca, mengobrol;
lalu-lalang orang, para perokok, dan beragam aroma bercampur jadi satu,
tak ubahnya kabin tongkang.
Negara-negara lain di Eropa mulai
mengenal kopi sekitar periode yang sama. Sementara negara-negara
Skandinavia, yang paling buncit berkenalan dengan kopi, sebagaimana data
tahun 2002 yang tertera di nationmaster.com, kini malah menjadi wilayah yang konsumsi kopi perkapitanya tertinggi di dunia.OLEH: AHMAD MAKKI/KONTRIBUTOR
Source: here
Sejarah Tahu

Tahu adalah kuliner tertua yang diperkenalkan orang Tionghoa di Nusantara. Ia menjadi penyelamat masyarakat Jawa di masa krisis asupan gizi.
ORANG-orang Tionghoa datang ke Nusantara
dengan membawa keterampilan kulinernya. Salah satu makanan yang paling
awal diperkenalkan adalah tahu.
Sejarawan JJ Rizal mengungkapkan bahwa
pada abad ke-10 orang-orang Tionghoa telah menyajikan tahu di Nusantara,
meskipun terbatas di kalangan elite. “Jadi tahu lebih tua daripada
tempe dilihat dari masa mulai produksinya,” kata Rizal. (Baca: Sejarah Tempe)
Menurut Suryatini N. Ganie dalam Dapur Naga di Indonesia, tahu
mempunyai sejarah panjang di Tiongkok, tempat asalnya sejak 3.000 tahun
lalu. Teknologi pembuatan tahu secara cepat menyebar ke Jepang, Korea,
dan Asia Tenggara. Tetapi, kapan tahu mulai hadir di Nusantara tidak
dapat ditentukan waktunya dengan tepat. Namun, orang Kediri mengklaim
sebagai kota pertama di Nusantara yang mengenal tahu, yang dibawa
tentara Kubilai Khan pada tahun 1292.
“Saat mengunjungi Kediri,” tulis Suryatini, “kami mendapati tempat berlabuhnya jung-jung Mongol di kota itu sampai hari ini masih disebut dengan Jung Biru. Armada ini mempunyai jung-jung khusus untuk mengurus makanan tentara, termasuk satu yang khusus untuk menyimpan kacang kedelai dan membuat tahu.”
Kata tahu sendiri, menurut Hieronymus Budi Santoso, berasal dari bahasa Tionghoa, yakni: tao-hu atau teu-hu. Suku kata tao/teu berarti kacang kedelai, sedangkan hu berarti hancur menjadi bubur.
“Dengan demikian secara harfiah, tahu
adalah makanan yang bahan bakunya kedelai yang dihancurkan menjadi
bubur,” tulis Hieronymus dalam Teknologi Tepat Guna Pembuatan Tempe dan Tahu Kedelai.
Pada abad ke-19, orang-orang Jawa dilanda krisis gizi yang luar biasa akibat penerapan sistem cultuurstelsel (Tanam
Paksa). Hasil bumi dikuras untuk kepentingan kolonial sampai mereka
sendiri kesulitan untuk makan. Saat itulah tahu muncul sebagai pangan
alternatif.
“Menurut sejarawan Onghokham,” ungkap
Rizal, “tahu bersama tempe, menjadi penyelamat orang-orang Jawa dari
masa krisis asupan gizi.” (Baca: Sejarah Tempe)
Sampai sekarang, tahu menjadi makanan
penting bagi orang Indonesia. Cara penyajiannnya di tiap wilayah pun
bervariasi. Meski begitu, ia tetap menjadi pangan yang populer dan dapat
dinikmati kapan saja.OLEH: RAHADIAN RUNDJAN
Source: here
Sejarah Tempe
MENELUSURI sejarah tempe tak bisa lepas
dari bahan bakunya, kedelai. Menurut pakar tempe dari Universitas Gajah
Mada, Mary Astuti dalam Bunga Rampai Tempe Indonesia, kata kedelai yang ditulis kadêlê
dalam bahasa Jawa ditemukan dalam Serat Sri Tanjung (abad ke-12 atau
13). Selain dalam serat legenda kota Banyuwangi itu, kata kedelai juga
dijumpai dalam Serat Centhini, yang ditulis oleh juru tulis keraton Surakarta, R Ng Ronggo Sutrasno pada 1814.
Pada jilid kedua Serat Centhini
digambarkan perjalanan Cebolang dari Purbalingga menuju Mataram,
kemudian singgah di rumah Ki Amongtrustha, yang menjamu makan malam
dengan lauk bubuk dhele. Di Mataram, Cebolang diberitahu bahwa
sesaji dalam kacar-kucur, yakni upacara persiapan menikahkan anak,
terdapat kacang kawak (lama) dan kedelai kawak, beras kuning, bunga, dan
uang logam.
Menurut naturalis Jerman, Rumphius, tanaman kedelai (de cadelie plant) dalam bahasa latin disebut phaseolus niger, kadêlê (Jawa), zwartee boontjes (Belanda), dan authau
(Tiongkok). Hasil amatan Rumphius, orang Tionghoa tidak mengolah
kedelai menjadi tempe. Tapi, mengolah biji kedelai hitam tersebut
menjadi tepung, sebagai bahan tahu, dan laxa atau tautsjian, mie berbentuk pipih. Karena kacang dalam bahasa Tiongkok disebut duo (tao)/to, produk olahannya dinamai dengan awalan tau: tauchu (taoco), tau-hu (tahu), touya (toge), touzi (tauci), dan lain-lain.
Berdasarkan penelitian genetik, kedelai
berasal dari Tiongkok, meski tidak ada keterangan apakah jenisnya
kedelai hitam atau kuning. Menurut sejarawan Ong Hok Ham dalam “Tempe
Sumbangan Jawa untuk Dunia,” Kompas, 1 Januari 2000, kacang kedelai sudah sejak 5.000 tahun lalu dikenal di Tiongkok.
Namun, Mary Astuti mempertanyakannya:
jika berasal dari Tiongkok mengapa kedelai tidak pernah disebutkan dalam
jenis-jenis komoditas yang diperdagangkan di Jawa. Musafir Tiongkok, Ma
Huan yang mengunjungi Majapahit sekira abad ke-13, mencatat bahwa di
Majapahit terdapat koro podang berwarna kuning, tanpa menjelaskan
kegunaan kacang tersebut. Dia tidak membandikan kacang itu dengan kacang
yang ada di negerinya, seperti halnya membandingkan suhu udara di
Majapahit dengan di Tiongkok. Ini menunjukkan, kacang yang ditemui Ma
Huan belum ada di negerinya.
“Diduga bahwa kedelai hitam sudah ditanam
di Jawa sebelum China datang ke Tanah Jawa,” tulis Astuti. “Menurut
anggapan orang Jawa zaman dulu kata dêlê berarti hitam. Ada
kemungkinan kedelai hitam sudah ada di tanah Jawa sebelum orang Hindu
datang dan kemungkinan dibawa orang Tamil.”
Penemuan tempe berhubungan erat dengan
produksi tahu di Jawa, karena keduanya dibuat dari kacang kedelai. Tahu
sendiri dibawa oleh orang Tiongkok ke Jawa, yang mungkin sudah ada sejak
abad ke-l7. “Bukan hanya bahannya yang sama, akan tetapi mungkin juga
secara langsung penemuan tempe berkaitan dengan produksi tahu,” tulis
Ong.
“Tempe muncul dari kedelai buangan pabrik
tahu yang kemudian dihinggapi kapang. Kemudian jadi tempe kedelai,”
kata wartawan spesialis sejarah pangan, Andreas Maryoto. “Ini saya
kaitkan karena tempe yang lain berasal dari limbah: tempe gembus dari
limbah kacang, tempe bongkrek dari limbah kelapa. Bila kemudian tempe
kedelai dari kedelai bukan limbah, mungkin itu upgrade saja,” sambungnya.
Ong kemudian mengaitkan perkembangan
tempe dengan kepadatan penduduk, baik di Tiongkok maupun di Jawa.
Kepadatan penduduk sejak berabad-abad telah mempengaruhi seni masak
Tiongkok. Akibat kepadatan penduduk terjadi persaingan ruang antara
manusia dan hewan yang memerlukan ladang-ladang rumput luas bagi
hidupnya. Akibatnya, seni masak Tiongkok berkisar pada hewan peliharaan
rumah seperti babi, ayam, bebek, dan sebagainya.
Keadaan itu tidak jauh berbeda dengan
Jawa. Pekarangan menyediakan bahan baku makanan seperti ayam, kambing,
sayur-sayuran, pohon kelapa, dan lain-lain. “Baru dalam abad ke-l9, menu
hewani akhirnya berubah menjadi tempe. Ini akibat kenaikan jumlah
penduduk yang amat tinggi pada abad ke-19, sehingga Pulau Jawa menjadi
wilayah pertama yang sangat padat di Asia Tenggara,” tulis Ong.
Di sisi lain, lanjut Ong, meluasnya
perkebunan kolonial membuat wilayah hutan menciut dan membuat para
petani sebagai kulinya, mengurangi berburu, beternak maupun memancing.
Dampaknya, menu makanan orang Jawa yang tanpa daging. Tanam paksa makin
membuat bahan makanan seperti tempe menjadi sangat vital sebagai
penyelamat kesehatan penduduk.
“Bisa dikatakan,” tulis Ong, “penemuan
tempe adalah sumbangan Jawa pada seni masak dunia. Sayangnya, seperti
halnya banyak penemuan makanan sebelum zaman paten, maka penemu tempe
pun anonim,” lanjutnya.
Ditilik dari muasal katanya, menurut Astuti, tempe bukan berasal dari bahasa Tiongkok, tapi bahasa Jawa kuno, yakni tumpi, makanan
berwarna putih yang dibuat dari tepung sagu, dan tempe berwarna putih.
Kata tempe juga ditemukan dalam Serat Centhini jilid ketiga, yang
menggambarkan perjalanan Cebolang dari candi Prambanan menuju Pajang,
mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten dan dijamu makan siang
oleh Pangeran Bayat dengan lauk seadanya: “…brambang jae santen tempe … asem sambel lethokan
…” sambel lethok dibuat dengan bahan dasar tempe yang telah mengalami
fermentasi lanjut. Pada jilid 12 kedelai dan tempe disebut bersamaan:
“…kadhele tempe srundengan…”
“Tempe berasal dari kata Nusantara tape, yang mengandung arti fermentasi, dan wadah besar tempat produk fermentasi disebut tempayan,” tulis Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia.
Menurut Ong, dalam Encyclopaedia van Nederlandsch Indie (l922), tempe disebut sebagai “kue” yang terbuat dari kacang kedelai melalui proses peragian dan merupakan makanan kerakyatan (volk’s voedsel).
Disebut makanan kerakyatan, kata Maryoto,
karena tempe diciptakan oleh rakyat, bukan istana. “Karena itu, muncul
istilah ‘bangsa tempe’, sebagai bentuk stigmatisasi dari kalangan
priyayi,” ujar Maryoto. “Sekarang tempe tidak lagi sebagai makanan
rakyat,” Maryoto menambahkan. “Pamor tempe semakin terangkat ketika
gairah kuliner meningkat, sehingga tempe manjadi makanan kita semua.”
(Historia - Hendri F. Isnaeni)Source: here





.jpg)











