.

Friday, November 21, 2014

Lindungi Tubuh dari Diabetes dengan 5 Makanan Ini

Berdasarkan riset kesehatan dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, telah terjadi peningkatan pada penyandang diabetes militus (DM) di Indonesia sebesar 12.189.685 pada 2014. Menurut beberapa ahli hal ini disebabkan oleh meningkatnya ekonomi serta kehidupan modern meningkatkan epidemi diabetes.
Bagi Anda yang berisiko memiliki diabetes dan mencegah terjadinya penyakit ini ada baiknya menjaga makanan yang dikonsumsi. Tujuh makanan berikut punya manfaat untuk bantu lindungi tubuh dari risiko diabetes seperti dilansir Good Housekeeping pada Selasa (18/11/2014).

1. Apel
Mengonsumsi satu apel sehari bisa memenuhi 20 persen kebutuhan serat harian tubuh. Serat memiliki peran besar dalam mencegah diabetes karena mengatur gula darah dalam tubuh.

2. Yoghurt rendah lemak
Yoghurt dikenal memiliki banyak kandungan kalsium dan Vitamin D yang keduanya telah dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes. Selain itu mengandung protein tinggi yang bisa membantu menjaga berat tubuh. Seperti diketahui kegemukan meningkatkan risiko diabetes.

3. Terung
Terung yang lebih dikenal masyarakat dengan terong di dalam kulitnya mengandung anthocyanin sebuah senyawa antioksidan yang terkait dengan penurunan risiko diabetes. Oleh okarena itu, saat memasak terung sertakan kulitnya.

4. Jahe
Biasanya jahe dikaitkan untuk membantu masalah perut, namun jahe dapat meningkatkan sensitivitas insulin tubuh, sehingga bisa membantu mengurangi peradangan yang disebabkan tingginya kadar insulin dalam tubuh.

5. Salmon
Salmon memiliki kandungan hebat yang baik untuk tubuh. Salah satunya Omega-3 yang bertanggungjawab mengurangi peradangan dalam tubuh, sehingga bisa menjaga kadar gula dalam darah.
Selain salmon, bisa juga tuna, makarel, sarden yang kaya Omega-3.

6. Selai kacang
Selai kacang mengandung lemak tak jenuh tunggal, dan protein. Kandungan tersebut membantu tetap kenyang lebih lama sehingga mencegah lonjakan gula darah. Efeknya adalah berat badan jadi menurun, risiko diabetes pun menurun.

7. Beras cokelat
Bukan lagi beras merah, namun beras cokela yang dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Hal ini karena beras yang satu ini belum mengalami pemrosesan panjang sehingga tinggi serat, antioksidan dan Vitamin B.

Tuesday, October 14, 2014

Apakah Hokkian, Hakka, Konghu itu suku ?

Karena ada pengertian umum di Indonesia bahwa Hokkian, Hakka, Konghu, dll itu suku.
Pertanyaannya adalah, apakah Hokkian, Hakka, Konghu, dll itu suku?

Hal ini salah besar..!

Suku bangsa terbanyak di Tiongkok adalah orang Han. Orang Han ini berasal dari kelompok yang mendiami bagian tengah dari Tiongkok yang disebut suku Hua, kemudian Huaxia, kemudian karena bagian tengah dari dataran Tiongkok disebut Tionghoa. Tiong berarti tengah dan kok adalah negara. Kebudayaan Tionghoa kuno berasal dari lembah sungai Huang He (sungai Kuning).  Dari bagian hulu sungai yaitu propinsi Shaanxi dengan kota Chang'an (Tiang'an), Shanxi, Henan, Hebei sampai ke Shandong.

Orang Hua ini kemudian menyebar ke seluruh Tiongkok dan disebut menjadi orang Han, karena sebagian dari wilayah selatan waktu itu belum masuk dinasti Han, maka orang selatan tak begitu antusias menggunakan istilah bangsa Han. Istilah Han atau Hua ini menunjukkan etnis, sedang Indonesia bukan istilah etnis, ini yang menimbulkan kesalah pahaman dengan istilah Tionghoa di Indonesia. Kebanggaan thd dinasti Han yang jaya, ini menyebabkan mereka mengubah sebutan menjadi bangsa Han atau Hanren dan bahasanya disebut bahasa Han atau Hanyu. Meskipun kemudian dinasti Han ambruk, dan berdiri dinasti lain, istilah Han ini tidak hilang, bahkan dipergunakan sampai sekarang.
Sampai pada dinasti Tang, yang juga jaya dan meliputi seluruh Tiongkok selatan, mulailah orang selatan menyebut dirinya orang Tang (Tangren dalam Mandarin, Tenglang dalam dialek Hokkian, Tengnang dalam dialek Tiociu, Thongnyin dalam dialek Hakka dan Thong yan dalam dialek Konghu).

Karena luasnya Tiongkok, tanah penuh dengan pegunungan, lalu lintas sulit, maka orang Han di tiap daerah menjadi terisolir satu sama lain, bahasanya terpecah menjadi beberapa dialek, dialek Hokkian, dialek Hakka, dialek Konghu, dialek Tiociu, dll. Yang empat inilah yang paling banyak datang ke Asia Tenggara. Meskipun demikian semua dialek itu masih termasuk bahasa Han. Mungkinkah orang dari dialek satu berubah menjadi dialek lain? Mungkin saja, orang Hakka yang lama tinggal di daerah dialek Hokkian, anak cucunya jadi Hokkian, sebab etnisnya sama yaitu orang Han. Kelompok dialak ini tidak disebut suku, tapi kelompok masyarakat, yang dalam bahasa Tionghoanya disebut minxi atau zuqun.

Pada tahun 1911, dinasti terakhir yaitu dinasti Qing ambruk, dan pemimpin revolusi dokter Sun Yat-sen memilih nama Tionghoa Binkok (Zhonghua Minguo) untuk negara baru ini, dengan singkatan Tiongkok. Nama Tionghoa yang sudah ada dari zaman purba mendapat interpretasi baru. Karena nama negara Tionghoa Binkok atau Republik Tionghoa yang diterjemahkan menjadi Republik Tiongkok, maka secara hukum semua warga negaranya menjadi orang Tionghoa, yang terdiri dari suku bangsa Han, Tibet, Hui, Mongol, Mancu. Karena itu waktu itu bendera Tiongkok terdiri dari lima warna. Di Indonesia dulu, orang Tionghoanya boleh dibilang 100% orang Han. Belakangan ini dengan majunya ekonomi, orang Tiongkok yang pindah ke luar negeri, atau bekerja ke luar negeri ada juga dari kelompok non-Han.

Kelompok non-Han ini, setelah diteliti, ternyata bukan hanya empat; Tibet, Hui, Mongol dan Mancu, tapi ternyata ada 55 sukubangsa. Di Tiongkok istilahnya bangsa bukan suku, jadi mereka diakui setingkat dengan orang Han yang jumlahnya jauh lebih banyak, orang Han ada sekitar 1,2 milyar, 55 suku lain itu lebih dari 100 juta orang.

Di Singapore dan Thailand saya tahu ada beberapa orang Hui, yang Islam, mereka adalah campuran pedagang Persia dan Arab yang datang terutama zaman dinasti Han, mereka telah berasimilasi dengan orang Han sehingga tak ada bedanya dengan orang Han, kecuali agamanya. Dulupun banyak orang Yahudi, yang tinggal kebanyakan di Henan. Sampai berdirinya RRT orang Yahudi ini masih beda, tapi setelah itu berasimilasi sehingga menjadi orang Han. Demikian juga suku-suku di utara, orang Xianbei habis terasimilasi, Orang Mancu tinggal sedikit sekali, orang Qiang yang pernah mendirikan kerajaan Xi Xia (Se He, lihat cerita Pendekar Negeri Tayli), orang Liao, dll. sudah terasimilasi total dan menjadi orang Han.

Orang Hui yang ada di Singapore maupun Thailand, tetap dimasukkan katagori Chinese oleh pemerintah setempat.
Jadi orang Hokkian, Hakka, Tiociu, Konghu dan lain-lain adalah tetap orang Han dari segi etnis dan tetap Tionghoa dari segi hukum. Jadi sebutan suku Hokkian, suku Hakka, suku Tiociu dll itu adalah istilah yang salah kaprah. Yang tepat adalah kelompok masyarakat.

Kalau kita lihat orang Jawa di Suriname dan dibandingkan dengan jawa di pulau Jawa, sudah berbeda kebiasaan, sebagian adat istiadat dll. Orang Hokkian dan Hakka juga sama demikian, meskipun sama-sama Han.
Marga (sne, xing, siang dll) adalah keturunan pribadi, misalnya orang sne Tan dari Henan leluhurnya ada yang pindah ke Fujian, jadilah orang Hokkian, tidak berubah, yang berubah adalah tempat tinggalnya. Karena itu marga Gouw (Wu Mandarin), bisa kita temukan dalam segala kelompok masyarakat, orang Hokkian, orang Hakka, orang Tiongciu, orang Henan, orang Beijing, dll ada yang sama, mereka adalah dari turunan yang sama, hanya tempat tinggalnya berlainan akibatnya dialeknya berbeda. Orang Tionghoapun yang tinggal di Jawa berdialek jawa, yang tinggal di Jawa Barat, berdialek Sunda. Itu analoginya.

Dulu memang kelompok-kelompok itu terpisah, karena sulit bergaul disebabkan dialek yang berbeda. Sekarang karena ada bahasa persatuan Mandarin, tak ada batas itu. Di Indonesia perasaan itupun lenyap karena semua bisa berbahasa Indonesia.
Kalau mengurut asal usul marga, kita akan mendapatkan kebanyakan berasal dari Henan, sekitar kota Luoyang, atau dari Shaanxi, ada juga yang dari Hebei, Shandong dll. Kota Luoyang sedang berjuang kepada pemerintah pusat, agar Luoyang dijadikan "Kota leluhur orang Tionghoa". Saya belum mendengar berita lanjutannya, yang jelas belum disetujui.
Kalau orang Tibet di India tak mengaku sebagai orang Tionghoa itu masalah politik, bukan masalah ras, mereka ingin melepaskan diri dari negara kesatuan Tiongkok. Mirip orang Aceh yang tak mengakui bahwa mereka termasuk orang Indonesia. Tapi tentu saja tidak semua.

Saya pernah membaca tulisan di majalah Barat (lupa majalah apa), tulisan seorang Tibet yang menetap di Kanada. Ia bertanya, mengapa orang Barat hanya melihat 200.000 orang Tibet di India, tapi mengabaikkan, satu juta lebih orang Tibet yang tersebar di pemukiman orang Han. Kalau mereka ditanya, ia bilang, mereka pasti mendukung Tibet adalah Tiongkok. Semoga bisa membantu.


Salam Liang U
sumber: http://groups.yahoo.com/group/budaya_tionghua/message/34475
ad5

Thursday, September 18, 2014

5 Penyebab Utama Kanker


Kata 'kanker' mungkin terdengar menyeramkan bagi kita semua. Faktanya, kanker dapat menyerang siapa saja dan dapat merusak jaringan tubuh manusia. Bahkan sel kanker dapat menyebar ke seluruh tubuh. Proses perawatannya pun terkadang sangat menyakitkan. Berikut penyebab utama kanker.

1. Usia
Usia manusia bisa menjadi penyebab kanker. Orang yang lebih tua resikonya lebih tinggi untuk terkena kanker. Faktanya, 75% kasus kanker terdiagnosa pada orang yang berusia diatas 60 tahun. Karena teorinya adalah, semakin tua usia kita, maka tubuh juga akan kehilangan kemampuan untuk mencegah kanker itu sendiri.

2. Keturunan
Beberapa kasus kanker payudara adalah karena keturunan. Jika ada orang terdekat seperti ibu, bibi, kakak, atau nenek memiliki riwayat kanker payudara, maka sebaiknya periksakan diri sebelum terlambat.

3. Tembakau
Perokok aktif akan mengatakan bahwa orang yang tidak merokok akan jauh lebih berbahaya terkena  kanker paru-paru karena menghisap asap rokok. Sebenarnya, dua-duanya sama-sama berbahaya. Merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, tenggorokan, mulut, dan oesophagus. Dan banyak perokok pasif yang meninggal juga karena kanker paru-paru yang didapat dari menghisap asap rokok.

4. Karsinogen
Karsinogen dapat berupa racun kimia seperti benzena, formaldehida, asbes, dan vinil klorida. Jangan salah, semua racun kimia ini banyak ditemui di kehidupan sekitar kita, misalnya cat tembok.

5. Paparan sinar matahari
Radiasi sinar UV juga menjadi penyebab kanker. Jika tidak menggunakan pelindung atau krim pelindung sinar matahari, banyak orang yang akhirnya terkena kanker kulit.

Source

Wednesday, September 17, 2014

Resep Kesuksesan: Kelilingi Diri Anda dengan Orang – Orang Sukses

Siapa yang Anda Kenal Menentukan Kesuksesan Anda. Setuju?

Kita semua ingin sukses, apalagi sebagai entrepreneur. Sedangkan kesuksesan sendiri merupakan hasil yang kompleks dari perpaduan banyak variabel seperti perencanaan, ketekunan, dan lain sebagainya. Akan tetapi seringkali saking senangnya kita dengan kerja keras, kita cenderung melupakan satu faktor berharga lain yang akan memacu kita pada kesuksesan. Yaitu sahabat, atau dengan siapa kita bergaul. Mengutip ungkapan terkenal dari Jim Rohn: “Anda adalah rata-rata dari 5 orang yang paling sering menghabiskan waktu dengan Anda”. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?

3 Orang yang Penting Bagi Anda

Tidak peduli sebanyak dan sedekat apa orang-orang yang ada di jaringan Anda, ada 3 jenis orang yang akan mengantarkan Anda pada kesuksesan:

1. Orang yang lebih tua dan lebih sukses dimana Anda bisa belajar banyak darinya.

2. Orang yang setara dengan Anda dimana Anda dapat berbagi ide dengannya.

3. Orang di bawah Anda untuk Anda latih dan membuat Anda senantiasa bersemangat.

Tokoh ternama yang memegang teguh prinsip ini adalah Aristoteles. Ia belajar dari mentornya, Plato, bertukar ide dengan sesama filsuf Yunani di akademi tempatnya belajar, dan mengajarkan pemikirannya pada anak muda bernama Alexander, yang kemudian menjadi Alexander Agung.

Anda Akan Butuh Bantuan Kapan Saja

Sukses juga bergantung pada kemampuan Anda terhubung dengan orang-orang yang sudah lebih dulu merasakannya. Ada seorang pria bernama Ernest Hemingway, yang kini merupakan salah satu figur literatur dunia. Seorang penulis hebat seperti Hemingway tidak sukses sendirian. Ia bekerja di perusahaan koran dimana bosnya, Sherwood Anderson membantunya mempublikasi novel pertamanya. Dari sini, Hemingway kemudian terhubung dengan penulis-penulis lain seperti F. Scott Fitzgerald, Virginia Woolf, dan James Joyce. Komunitas penulis hebat inilah yang membantunya membentuk gaya menulisnya, dan memaksanya untuk menulis setiap hari sehingga ia menjadi salah satu penulis terhebat di generasinya. Hemingway adalah bukti bahwa bakat tidak selamanya berbanding lurus dengan kesuksesan. Sangat susah untuk menepati jadwal yang padat untuk meningkatkan diri Anda jika Anda tidak mengelilingi diri Anda dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama.


Membuat Daftar

Jadi bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Akio Morita, founder Sony menyarankan bagi Anda untuk melihat siapa-siapa yang ada di sekitar Anda. Apabila mereka adalah orang-orang yang tidak menyukai kerja keras dan tak termotivasi, maka gantikan dengan orang-orang satu minat yang dapat Anda temui dengan mudah di seminar-seminar. Kemudian buat daftar sederhana berisi orang-orang yang akan meningkatkan hidup Anda, dan orang-orang yang akan menghambat Anda. Jika orang itu dapat meningkatkan hidup Anda, habiskan sebanyak mungkin waktu dengan mereka. Jika orang itu hanya menghambat Anda, habiskan hanya 5 menit dengannya.

Aturan 5 menit mungkin terlalu ekstrim. Namun orang-orang yang ada di sekeliling Anda lah yang akan memberikan dampak terhadap kehidupan Anda. Karena jaringan sahabat yang terdiri dari orang-orang yang termotivasi untuk sukses akan senantiasa memberikan Anda inspirasi dan kompetisi yang sehat. Sekali lagi mengutip ungkapan Jim Rohn: “Jangan bergabung dengan keramaian yang mudah. Pergilah kemana ekspektasi dan pencapaian sangat tinggi.”

Jadi Sobat Studentpreneur, bagaimana dengan orang-orang di sekitar Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.

Source

Milyuner yang Membuat Ban Asli Indonesia Mendunia


Raja Ban Ini Juga Merupakan Salah Satu Orang Terkaya di Indonesia.
Pusaran kasus BLBI menjerat nama seorang taipan bisnis Indonesia: Sjamsul Nursalim. Mungkin, ada benarnya kata pepatah yang menyebut bahwa semakin tinggi sebuah pohon maka semakin kencang angin menerjang. Akan tetapi, di luar kasus yang membelitnya, mari kita tengok pelajaran apa yang bisa kita dapat dari seorang pebisnis yang mengawali perjalanan bisnisnya dari Gajah Tunggal, industri ban yang jaman dulu tidak banyak dilirik orang lain, hingga kini telah membuka 13 ribu (2012) lapangan kerja bagi masyarakat dengan tingkat loyalitas pekerja yang tinggi, yakni 15-20 tahun.

Kadang, barang komplementer menyimpan potensi besar. Pebisnis harus terampil melihat celah ini.
Sjamsul memulai bisnis ban sepeda pada tahun 1951. Kemudian, ia mengambil alih NV Hok  Thay Hin, sebuah pabrik ban di Jakarta Utara. Di sinilah, Nursalim mempraktekkan ilmu ekonomi bisnis yang didapatnya dari Watford College of Technology, London. NV Hok Thay Hin berganti nama menjadi PT Gajah Tunggal. Memang, pada awal tahun 1950-an sampai tahun 1970-an, sepeda adalah mode transportasi yang paling populer di masyarakat. Namun, pada tahun tersebut, bisa dibilang cukup terlambat ketika ingin memproduksi sepeda sendiri. Karena di Eropa, sepeda sudah populer sejak seabad lalu. Maka logikanya, ban adalah barang komplementer dengan potensi yang besar. Selain masih sedikit kompetisi, seiring dengan semakin banyaknya barang utama digunakan, maka akan semakin meningkat permintaan barang komplementer.
sjamsul nursalim Milyuner yang Membuat Ban Asli Indonesia Mendunia studentpreneur entrepreneur startupMilyuner yang Membuat Ban Asli Indonesia Mendunia [Studentpreneur]
Pasar juga akan selamanya berubah. Pebisnis juga harus piawai melihat tren.
PT Astra Honda Motor (AHM) adalah pelopor industri sepeda motor di Indonesia. Ia berdiri pada 11 Juni 1971, dan sejak saat itu, mulailah peredaran motor di Indonesia. Melihat tren ini, 2 tahun kemudian, Gajah Tunggal melebarkan sayapnya dengan menggandeng IRC atau Inoue Rubber Company, sebuah perusahaan asal Jepang yang telah lebih dulu memproduksi ban motor sejak tahun 1952.

Meningkatkan kualitas dengan membandingkan diri pada tingkat kompetisi yang lebih tinggi.
“Terus terang, saya kagum  dengan cara bisnis Jepang,” kata Nursalim. Bukan hanya Jepang, Nursalim kerap membandingkan kualitas produksinya dengan buatan luar negeri. Di bawah kendali Nursalim, GT Radial berkembang pesat dan menjadi pesaing utama Goodyear dan Bridgestone. Gajah Tunggal masuk dalam 20 produsen ban terbesar di dunia. Budaya ini yang tampaknya kemudian terus diserap oleh Gajah Tunggal. Sekarang, produksinya telah menjangkau ke 90 negara. Bahkan, Catharina Widjaja, direktur Gajah Tunggal menyebut bahwa banyak warga Filipina yang menduga kalau GT Radial adalah brand mereka, sejak Anda dapat dengan mudah menemukannya di sana. Tahun 2010 silam, mereka meluncurkan Champiro Eco, ban ramah lingkungan pertama di Indonesia.
“Kami mendesain ban ini (Champiro Eco) untuk pasar Eropa, khususnya untuk memenuhi standar lingkungan di sana,” ungkap Christopher Siew Choong Chan, presiden direktur Gajah Tunggal. “Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa barang-barang buatan Indonesia bisa setara dengan kualitas dunia.”

Ekspansi.
“Kalau kita mau terkenal, ya, harus ekspansif,” kiat Nursalim. Seperti taipan pada umumnya, Nursalim sangat agresif memburu peluang. Pada 1977, Gajah Tunggal mulai berekspansi. Nursalim juga mempunyai pabrik cat, industri kabel, properti, pabrik kimia, tambak udang, perkebunan, tambang batu bara. Nursalim mulai menapaki bisnis perbankan dengan mengambil alih Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang hampir sekarat karena terlilit utang besar dan banyak nasabahnya yang kabur. Ia juga mendirikan bisnis patungan dengan nama PT Rajawali Wira Bhakti Utama. Kala itu, perusahaan ini memegang 20 persen saham RCTI. Pada 1991, Grup Rajawali mengambil alih pengelolaan PT Bentoel, yang sedang mengalami kesulitan likuiditas. Selain itu, Nursalim juga disebut-sebut memiliki saham di perusahaan milik keponakannya, yaitu Mitra Adiperkasa, sebuah perusahaan ritel untuk merek kelas menengah atas seperti Starbucks, Zara, Burger King, Reebok, Calvin Klein, Mark and Spencer, dan Kidz Station. Meski Ratih D. Gianda, Kepala Grup Hubungan Investor Mitra Adi Perkasa, membantah adanya kaitan antara Mitra Adi Perkasa dengan Sjamsul Nursalim.
Begitu pula dengan Gajah Tunggal. Perusahaan produsen ban terbesar di Asia Tenggara dengan omset penjualan melebihi $1,3 milyar ini menyanggah bahwa mereka masih memiliki hubungan dengan Sjamsul Nursalim. Mungkin hal ini terkait dengan kasus yang melilitnya. Namun apalah artinya pengakuan bagi seorang Nursalim yang telah sukses membuat ban asli indonesia melanglang buana ke dunia.
Jadi Sobat Studentpreneur, menurut Anda, apa lagi yang bisa Anda dapatkan dari figur seorang Sjamsul Nursalim? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur.

Source

Belajar Bisnis Dari Sang Joker Heath Ledger



“Ketika Saya meninggal, uang Saya tidak akan ikut bersama Saya. Film-film Saya akan tetap hidup bagi orang lain untuk menilai seperti apa Saya. Saya hanya ingin tetap penasaran dan tersenyum seperti Joker.” – Heath Ledger.
Tak terasa sudah enam tahun kematian seorang Heath Ledger berlalu pada Januari 2008. Hingga hari ini, dunia perfilman dunia masih berduka akan kepergiannya yang cukup tragis. Tim Studentpreneur merasa bahwa karakter Heath Ledger bisa menjadi pembelajaran yang menarik bagi pebisnis muda.

Tidak Perlu Menonjol Untuk Menonjol
Heath adalah seorang aktor brillian yang mampu meresap akar terdalam jiwa tiap perannya. Seorang master peran dan sangat dicintai dalam peran pemenang oscar dan juga menjadi film terakhirnya, The Dark Knight. Memerankan kriminal psycho jenius yang meneror seluruh kota, Heath membuktikan Joker adalah karakter penjahat terhebat dalam sejarah perfilman dunia. Ia memainkan Joker begitu kompleks hingga ‘terasuki’ karakter berwajah putih tersebut. Determinasinya untuk memahami, menghidupkannya sebagai Joker bahkan dalam kehidupan nyata.
Sepanjang film The Dark Knight, tidak ada satu scenepun Anda akan melihat wajah seorang Heath. Hanya ada seorang Joker yang mengambil alih pikiran dan jiwa Anda. Seringkali dalam sebuah perusahaan atau organisasi, ada orang yang ingin terlihat sangat menonjol. Apabila diberi pilihan bisa menonjol namun gagal secara hasil, atau tidak menonjol namun memberikan hasil luar biasa bagi perusahaan, mana yang Anda pilih? Pebisnis sejati tidak perlu menonjol untuk menonjol.
heath ledger Belajar Bisnis Dari Sang Joker Heath Ledger studentpreneur entrepreneur startupBelajar Bisnis Dari Sang Joker Heath Ledger [Studentpreneur]

Menciptakan Identitas Sendiri
Pengambilan peran yang begitu berani, jiwa yang bebas dan pikiran yang tak terbatas, itulah yang membentuk Heath Ledger sebagai salah satu aktor terbaik sepanjang masa. Ia tidak terjebak dengan karakter Joker yang diciptakan oleh pengarang asli maupun pemeran -pemeran Joker lain yang jauh lebih senior dengannya. Heath menciptakan Joker versi prespektifnya sendiri. Kini setelah kematiannya, talenta luar biasa itu masih belum tergantikan.
Dalam bisnis, seringkali kita dibayang-bayangi oleh sosok pebisnis senior atau perusahaan yang menjadi pemimpin di industri. Kecenderungan seorang pebisnis muda adalah meniru sosok pebisnis atau perusahaan sukses tersebut. Padahal, kalau ingin memenangkan persaingan, Anda harus menciptakan identitas sendiri, cara sendiri. Kagum dan terinspirasi boleh, ambil hal-hal positifnya, dan sesuaikan dengan cara Anda sendiri. Ingatlah, cara yang berhasil membangun sebuah bisnis lain belum tentu berhasil untuk bisnis Anda sendiri.

Passion adalah Segalanya
Heath memang tidak sempurna sebagai manusia, begitu banyak skandal yang ia alami selama berkarir bahkan hingga kini. Tapi ia adalah bukti nyata kekuatan passion, keyakinan, ketekunan dan keseriusan dalam berkarya. Mengutip quote yang pernah diucapkan beliau, “if you make decision based upon people’s reactions or judgements then you make really boring choices”.
Dalam bisnis, jangan lupa bahwa segalanya kembali kepada Anda. Apabila Anda melakukan bisnis tanpa mempunyai passion di dalamnya, kecil kemungkinannya untuk sukses. Passion adalah segalanya, jangan lupa libatkan passion tiap kali Anda mengambil keputusan bisnis.
Anda siap membuat keputusan yang akan merubah hidup Anda hari ini? Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Luke]

Source

Hah, Australia Bantu Indonesia Merdeka?

 
Indonesia Calling: Joris Ivens in Australia (Australia) a film by John Hughes 

“Dalam KTN, Indonesia bukannya memilih India, negara korban imperialisme atau negara-negara Arab. Indonesia malahan memilih Australia sebagai wakilnya untuk menyuarakan kemerdekaan. Mengapa?”
4 Mei lalu dalam merayakan Hari Pendidikan Nasional, Konsulate Jenderal Republik Indonesia Sydney mengadakan panel diskusi mengenai “Peranan Australia dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.”
Selain diskusi bersama para pakar sejarah dari beberapa Universitas di Sydney, publik juga berkesempatan untuk menonton sebuah film berjudul: Indonesia Calling 1946. Film dokumenter buatan sutradara Belanda, Jory Ivens ini mengungkapkan dukungan Australia terhadap Indonesia dalam mendeklarasikan kedaulatan Republik yang masih muda kala itu.
Adapun diskusi dan pemutaran film ini membuka wawasan publik Indonesia atas dukungan Australia yang terlupakan selama ini. Selain itu beberapa “missing puzzle” yang selama ini ada dalam pelajaran sejarah kemerdekaan kini ditemukan membuat semuanya masuk akal.
Meski merdeka tahun 1945, Indonesia bagaimanapun harus mengakui bahwa proklamasi terjadi berkat faktor “vacuum of power” di Jakarta karena Jepang mulai kehilangan kekuatan perangnya di wilayah Asia Pasifik. Ujian sesungguhnya bagi republik muda tersebut muncul ketika Perang Dunia II usai.
Kala itu Belanda (NICA) kembali ke Indonesia dengan kekuatan militer yang sudah mulai pulih pasca perang. Aksi polisional atau dikenal sebagai agresi militer Belanda nyaris menghabiskan sebagian besar teritorial Republik.
Saat itulah ada dua negara yang berperan penting membawa kasus tersebut kepada PBB dan menekan Belanda untuk menghentikan agresi militernya. Yang pertama adalah India dan kedua adalah Australia. Keterlibatan India mungkin dapat dimaklumi mengingat kesamaan nasib sebagai korban imperialisme.
Namun alasan mengapa Australia ikut bersimpati menentang Belanda nyaris tidak pernah dibahas. Ketika PBB membentuk Komisi Tiga Negara untuk meredam konflik. Kedua negara yang berseteru diminta memilih perwakilannya. Belanda memilih Belgia, negara tetangga-nya dan Indonesia secara mengejutkan justru memilih Australia. Bangsa yang berbeda ras dan justru merupakan sekutu dekat Belanda dalam Perang Dunia II.


Cuplikan film Indonesia Calling
Bagaimana Awalnya Hubungan Australia-Indonesia Terjadi?
Kembali ke masa invasi pendudukan Jepang. Belanda mengalami kekalahan berat dan melarikan diri ke Australia. Dibawa pula saat itu ribuan rakyat Indonesia yang bekerja pada administrasi Belanda. Kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai pelaut.
Ada 2 kategori pelaut yang bekerja pada Belanda saat itu. Yang pertama adalah perwira kapal yang kebanyakan adalah orang Manado dan Kristen. Mereka kaum terpelajar, dapat berbahasa Inggris dan Belanda, serta melek informasi dan kondisi politik saat itu serta gaji layaknya orang Eropa. Yang kedua adalah buruh kapal yang kebanyakan orang Jawa dan Muslim. Mereka buta huruf, hanya mampu berbahasa lokal dan bekerja di lingkungan yang buruk. Gajinya pun sangat minim.
Tak lama para pelaut tersebut berhubungan kontak dengan Australian Seamen’s Union in Sydney. Asosiasi tersebut terkejut melihat diskriminasi yang terjadi. Mereka memberitahu para pelaut Indonesia bahwa mereka sekarang bekerja di Australia, dihormati hak-haknya sebagai pekerja serta memiliki hak untuk protes.
Sekitar 2000 pelaut lalu mengadakan unjuk rasa di Sydney. Belanda balik menyerang dan menyebut para pelaut tersebut sebagai pengkhianat. Mereka lalu sempat dikirim ke penjara. Namun pada akhirnya, para pelaut tersebut berhasil dilepas dan bekerja dalam kondisi yang jauh lebih baik.
Perlakuan Union yang memperhatikan hak-hak kaum pekerja bisa dikatakan suatu hal baru bagi rakyat Indonesia saat itu yang selama ratusan tahun terbiasa oleh design sistem hierarki yang diterapkan Belanda. Namun hubungan baik antara Union Australia dan pelaut Indonesia ini barulah sebuah awal.
Ketika Jepang melemah dan meninggalkan Indonesia, Belanda menggunakan kesempatan ini untuk kembali. Di pelabuhan-pelabuhan Sydney dan Melbourne, kapal-kapal Belanda memuat berbagai amunisi dan senjata perang yang siap dikirim untuk menggempur Indonesia.
Beberapa tahanan pengasingan dari Digoel yang dibawa ke Australia memainkan peranan penting dalam membangun koneksi dengan Union. Mereka melapor pada Queensland Trades and Labor Council dan selanjutnya diteruskan pada Waterside Workers Federation.
Bersimpati dengan perjuangan Indonesia, WWF pun bertindak. Aksi mogok bongkar muat pun diadakan secara nasional, terutama Brisbane, Sydney dan Melbourne. Tak lama, perserikatan pelaut lainnya turut serta. Dalam satu minggu, peristiwa yang dikenal dengan nama “Black Ban” menjalar bahkan hingga Selandia Baru dan Singapura. Kejadian ini terekam dalam film dokumenter Indonesia Calling.
Sang sutradara Joris Ivens adalah seorang warga Belanda dan pendukung komuninesme. Suatu ironi mengingat kebangsaannya adalah lambang imperialisme terhadap Indonesia dan faham komunismenya kelak menjadi sesuatu yang terlarang di Indonesia. Namun diplomasi filmnyalah yang membuka mata dunia akan eksistensi NKRI.
Kejadian ini masuk dalam headline news koran-koran Australia dan publik Aussie pun tahu mengenai perjuangan Indonesia. Sementara itu, Belanda pontang-panting karena bantuan militernya terhambat. Namun di sisi lain, ini artinya setiap pelaut Indonesia yang bekerja untuk Belanda kini tidak tergaji dan tidak punya tempat akomodasi.
Rapat publik pun diadakan dan acara amal dibuat untuk membantu para pelaut Indonesia. Berbagai perserikatan pekerja di Australia membantu para pelaut yang putus kerja dalam mencari tempat tinggal. Mereka dapat tinggal di hostel dan beberapa disediakan ranjang di Brisbane Trade Hall, dimana black ban pertama dicetuskan.
Ketika mata Australia tertuju pada aksi pelaut Indonesia, kesempatan ini tidak disia-siakan oleh CENKIM (Central Komite Indonesia Merdeka), organisasi yang didirikan di Australia oleh para tokoh politik yang pernah diasingkan Belanda ke Digul. Tanpa kesulitan mereka mengadakan aksi turun ke jalan besar-besaran di Melbourne sembari berteriak “Long Live The Republic of Indonesia.”
Ini tentu sebuah pernyataan yang radikal, terutama diserukan di negara sekutu Belanda. Namun di mata Australia, mereka melihat orang Indonesia sebagai sahabat yang turut serta berperang melawan musuh yang sama: Jepang serta membutuhkan bantuan untuk pulang ke negara asalnya. Banyak tentara Australia juga ikut turun ke jalan sebagai tanda mendukung kemerdekaan Indonesia.
Australia semakin dekat dengan Indonesia. Pada bulan Juni 1947, Usman Sastromijoyo terbang ke Australia. Meski belum official saat itu, ia telah dipercaya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Australia. Pada akhir Juli, seorang anggota CENKIM, Mohammad Bondan mendengar berita di radio bagaimana Belanda melanggar perjanjian Linggar Jati dan melakukan agresi militer. Bersama istrinya, Molly, wanita Australia yang bersimpati dengan perjuangan Indonesia, mereka menulis ulang berita tersebut dalam bahasa Inggris dan memberikannya pada pers Australia.
Dengan cepat berita tersebar dan pemerintah Australia membawa kasus tersebut kepada PBB. Agresi berhasil dihentikan dan gencat senjata diadakan. Komisi Tiga Negara dibuat dan Indonesia memilih Australia sebagai wakilnya. Australia mengirim Justice Kirby dan Thomas Critchley. Critchley di kemudian hari menjadi salah satu sahabat baik Wakil Presiden Mohammad Hatta.
Hubungan Belanda dan Australia semakin renggang. Sebelumnya Australia sempat marah pada Belanda, ketika sekutunya tersebut membawa para tahanan politik Digul dan membohongi Australia bahwa mereka adalah tawanan perang pro-Jepang. Para tahanan akhirnya dilepas dan pemerintah Australia memberikan mereka kebebasan untuk mencari kerja.
Kebebasan ini pulalah yang dimanfaatkan untuk menyuarakan kemerdekaan Indonesia melalui CENKIM. Ketika Indonesia meraih kedaulatan pada tahun 1950, Australia menjadi salah satu negara barat pertama yang menjadi sahabat dekat Indonesia.
*As Seen on OZindo Magazine June Issue 2013

Friday, September 12, 2014

Alasan Laki-laki Enggan Bilang I Love You

TRIBUNNEWS.COM
Jika kita bertanya pada perempuan tentang komitmen, mayoritas mereka akan menjawab "Saya tidak tahu kenapa, tetapi dia tidak suka berkata 'I Love You'".
Ini dapat digolongkan masalah yang umum terjadi pada pasangan.
Di sisi lain, perempuan tidak ragu mengatakan kalimat ajaib untuk pasangannya, sepanjang waktu, bahkan setiap hari. Tetapi berbeda dengan laki-laki. Bagi mereka, ia malu dan tidak nyaman dalam mengekspresikan diri.
Jika seorang laki-laki tidak mengatakan 'I Love You' setiap kali, bukan berarti laki-laki tersebut tidak yang tepat bagi kita. Laki-laki memang tidak suka mengulang-ulang tiga kata tersebut.
Berikut ini, ulasan BoldSky.com mengapa laki-laki "membenci" mengatakan 'I Love You'.

- Tidak ekspresif
Laki-laki tidak seekspresif perempuan. Mereka tidak mengetahui bagaimana mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Di samping itu, perempuan sangat ekspresif, dan laki-laki mengharapkan lebih banyak ekspresi dari pasangannya.

- Terdengar palsu
Bagi laki-laki, mengatakan kata 'I Love You' sepanjang waktu terdengar palsu. Hal tersebut tidak langsung dalam hati, karena kata-kata itu "otomatis" keluar dari mulut. Mereka hanya akan mengatakan tiga kata itu jika mereka bersungguh-sungguh.

- Menjengkelkan
Mengatakan 'I Love You' juga dapat menjengkelkan bagi laki-laki. Karena ketika mereka sibuk dengan pekerjaan atau kesibukannya, sedangkan pasangan meminta mengatakan 'I Love You' dapat membuatnya jengkel. Bahkan mereka tidak mau mengatakannya.

- Kurang emosional
Jika pasangan kita tidak mengatakan 'I Love You' sama sekali, bahkan untuk sekedar membahagiakan kita, kemungkinan ia kurang emosional. Namun ketika kita meminta dia yang sedang berada dalam emosi bahagia, ia akan mengatakan dengan penuh cinta dan emosi.

- Male ego
Untuk sebagian laki-laki, mengatakan 'I Love You' dapat "memukul" ego-nya. Laki-laki dengan male ego-nya yang kuat merasa bahwa terlalu sering mengatakan tiga kata itu membuat mereka tampak lemah dan putus asa.
Itulah sebabnya, jika di antara kita yang bertanya 'kenapa laki-laki terlalu egois hanya sekedar mengatakan 'I Love You'?' Mereka akan menjawab 'Ini tidak benar. Ya, itulah male ego, yang terkadang menjadi salah satu pemicu pertengkaran dalam sebuah hubungan. (Agustina N.R)

Source