.

Friday, December 19, 2008

Megan Fox Topless


Megan Fox Topless
16 pics | 1200x1950 | 4 MB

Megan Fox appears topless in the new film Jennifer's Body.

Megan Fox is an American actress and model, best known for her roles on the TV series Hope & Faith and in the 2007 film Transformers.

In 2006, she was ranked #68 in FHM magazine's "100 Sexiest Women in the World 2006" supplement.

In 2007, she was ranked #18 in Maxim magazine's "Hot 100" list.

In 2008, she was voted #1 sexiest woman by FHM readers.

Birth name: Megan Denise Fox
Birth date: May 16, 1986
Birth location: Rockwood, Tennessee, USA
Height: 5' 6" (168 cm)

For countries, US, DE, ES, GB, FR, IT, CA, PT, NL, BE, RU,
download here

For other countries,
download here

Megan Fox in a Movie Promo


Megan Fox in a Movie Promo
2 pics | 3600 x 2400 (Ultra HQ) | 3.6 MB

She was wearing a black bra while promoting movie How to Lose Friends & Alienate People.
Megan Fox is an American actress and model, best known for her roles on the TV series Hope & Faith and in the 2007 film Transformers.
In 2006, she was ranked #68 in FHM magazine's "100 Sexiest Women in the World 2006" supplement.
In 2007, she was ranked #18 in Maxim magazine Hot 100 list.
In 2008, she was voted #1 sexiest woman by FHM readers, and ranked #16 on the Maxim magazine Hot 100 list.

Birth name: Megan Denise Fox
Birth date: May 16, 1986
Birth location: Rockwood, Tennessee, USA
Measurements: 34C-26-34
Height: 5' 6" (168 cm)

For countries, US, DE, ES, GB, FR, IT, CA, PT, NL, BE,
download here

For other countries,
download here
Checking ...
Live Links : 0/0

Tuesday, December 16, 2008

Tabrakan pada kecepatan 100 km/jam dan Resikonya!!

Tabrakan dengan kecepatan 100 km/jam dapat dianalogikan dengan mobil / motor yang jatuh dari gedung dengan ketinggian 40 meter!!!


Post ini bertujuan untuk memberikan sedikit informasi yang mudah-mudahan berguna, supaya kita selalu memikirkan masak-masak akibat dari suatu tindakan, sebelum kita memutuskan untuk berbuat, agar kelak tidak mendatangkan keburukan pada diri sendiri maupun diri orang lain.
Selain itu agar kita juga selalu menyadari bahwa teknologi tidaklah sempurna.!!

Pokok bahasan thread ini diambil dari salah satu acara televisi di Jerman "Quarks&Co",

yang titik beratnya adalah memberikan informasi yang bersifat ilmiah kepada para pemirsa.
Untuk itu, agar tema lebih mudah dicerna, kajian dikemas dalam bentuk yang menarik.


Dilema Kemajuan Teknologi
Kemajuan suatu teknologi seringkali tidak memikirkan dampak lain yang dapat ditimbulkannya, seperti kemajuan teknologi dibidang otomotif.

Di Jerman adalah suatu hal yang biasa, bila mobil dapat dipacu dengan kecepatan 100, 150 atau 180 km/jam. Bahkan di jalan tol Jerman (Autobahn) tidak ada batasan kecepatan bagi mobil atau motor.


Dilain hal, apakah teknologi keselamatan (safety) juga mengalami kemajuan??

Di Eropa sejak tahun 1996 dibuat suatu STANDAR bagi pengetesan dan penilaian keselamatan dari suatu mobil.
Yang dikenal dengan Euro-NCAP (European New Car Assessment Program).

Euro-NCAP merupakan peleburan dari lima organisasi mobil (Automobilclubs) di Eropa.


Hasil penilaian maksimal akan mendapatkan 5 bintang. Banyak sudah pabrik mobil yang masuk dalam penilaian berkategori "aman" dalam pengetesan ini.

Sekarang marilah kita lihat metode pengetesan mobil ini.

Kecepatan maksimal mobil pada pengetesan (crash-test) Euro-NCAP adalah HANYA sebesar 64 km/h.
Sedangkan banyak kecelakaan yang terjadi jauh diatas batas kecepatan ini.

Bagaimanakah nasib mobil pada kecelakaan yang terjadi pada kecepatan diatas batas tersebut, seperti 100km/jam??
Apakah mobil masih memberikan tingkat keselamatan yang sama bagi pengemudinya??

Untuk itu diadakan percobaan CRASH TEST.



Percobaan
Sebelumnya perlu diketahui , ENERGI yang diterima mobil apabila mobil menabrak rintangan (tembok) atau menabrak mobil lain yang identis (masa dan kecepatannya) adalah sama.
Itulah alasan kenapa dalam crash-test hanya digunakan satu mobil, yang tentunya juga dapat menghemat.
Bahasan ini lebih lanjut dapat dilihat pada thread

Tentunya yang menjadi perbedaan adalah dalam hal penyerapan energi. Tembok tidak memiliki daya serap, seperti halnya mobil yang memiliki CRUSHZONE, yang fungsinya menyerap energi yang diterima sehinga mobil mengalami DEFORMASI.





Untuk itu maka tembok dilengkapi dengan alumnium yang berfungsi seperti crushzone.





Seperti pada Euro-NCAP-Test, mobil diusahakan menabrak tembok dengan bagian depan sebanyak 40% (frontal crash).
Setelah segala macam persiapan dilakukan (dummy, sensor), maka test dimulai.

Mobil ditarik dengan menggunakan sistim kabel hingga mencapai kecepatan 100km/jam dan menabrak tembok.



Crash pada kecepatan 100Km/jam


Kecepatan mobil terhenti dalam tempo 0,13 detik, dari 100km/jam menjadi o km/jam setelah menarak tembok, ini berarti mobil mengalami percepatan sebesar 60 g ( 6o kali beban mobil).


Hasil crash test

Mobil


Deformasi akibat crash



Bagian mobil bagian depan hampir seluruhnya habis termakan, bagian kiri depan mobil sampai kabin terdorong masuk kedalam.
Pintu dan A-Pillar mengalami kerusakan berat. Kabin penumpang dan pengemudi hanya sebagian yang rusak. Dashboard terdorong masuk , jok terdorong kedepan, tapi kabin penumpang tidak sepenuhnya hancur. Pintu depan bagian pengemudi malah masih dapat dibuka dengan tangan, walaupun harus menariknya dengan menggunakan tenaga.


A-Pilar

Penumpang (Dummy)
Bagaimana dengan nasib penumpang setelah mengalami crash??
Seorang ahli Biomechanik dari Sweis mengatakan "Mobil yang mengalami percepatan (pengereman) sebesar 60g, maka penumpang didalamnya akan mengalami percepatan sekurangnya dua kali lipat, dan bisa juga lebih besar lagi. Ini berarti pada penumpang bekerja gaya (force) yang besarnya hingga 120-200 kali berat tubuhnya sendiri. Gaya ini akan menyebabkan luka yang sangat besar, yang pada prinsipnya akan menyebabkan kematian"


Analisa dummy

Dummy


Dari gambar yang ditangkap kamera tampak jelas kepala dummy tidak dipantulkan secara halus oleh airbag, melainkan dengan keras memukul dan memantul kembali ke stir kemudi dengan keras.
Pada manusia ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang parah. Pada saat yang bersamaan bodi dummy menhantam stir kemudi, yang dapat menyebabkan tulang rusuk patah dan paru-paru dapat tertekan.
Selain itu sabuk pengaman pada kecepatan ini tidak lagi bekerja secara optimal. Dummy tidak sepenuhnya lagi tertahan oleh sabuk pengaman, sehingga masih dapat terdorong kedepan, hingga lututnya terbentur kuat.
Dengan luka-luka seperti tulang paha remuk, pelvis fractures



pelvis fractures


pendarahan di hati, ginjal,spleen




kemungkinan besar pengemudi tidak dapat hidup.!!


Perbandingan crash
Seberapa besarkah perbedaan crash dengan kecepatan 64 km/jam dan 100 km/jam?
Perbedaan selisih kecepatan 36 km/jam ini berdampak besar dikarenakan energi yang dihasilkan tidak lagi berbanding lurus dengan kecepatan, melainkan dikuadratkan (squarish).
Ekin = 0,5( m x V^2 )
Dengan menaikan kecepatan sebanyak dua kali, maka energi yang dihasilkan menjadi 4 kali.

gambar kiri crash 64km/jam , kanan 100km/jam


Kenapa Euro-NCAP hanya melakukan crash test dengan kecepatan hingga 64 km/jam? Karena sebagus apapun mobil, tidak akan ada yang mampu untuk menyerap energi yang dihasilkan, bila tabrakan terjadi diatas kecepatan 64 km/jam.
Tabrakan diatas kecepatan ini akan menyebabkan pengemudi dan pengendara mobil teluka!
Tingkatan cidera tentunya tergantung dari kecepatan ketika terjadi tabrakan.




tabrakan kecepatan 64km/jam, terhindar dr cidera (5 bintang
Euro-NCAP)



tabrakan kecepatan 80km/jam, cidera berat



tabrakan kecepatan 100km/jam, kematian



Agar terhindar dari kematian, mobil dengan kecepatan 100 km/jam sekurangnya harus menjaga jarak sebanyak 50 meter dengan kendaraan di depannya.
Dengan jarak 50 meter ini, diharapkan pengemudi masih memiliki kesempatan untuk melakukan pengereman maksimal (full braking), sehingga kecepatan akan berkurang menjadi 64 km/jam!!


Statistik
Hasil statistik kecelakaan di jerman menunjukan bahwa tabrakan dengan kecepatan 70 km/jam akan selalu berakibat dengan luka.
Tabrakan dengan kecepatan 100 km/jam akan berakibat sangat parah sehingga kemungkinan untuk hidup akan sangat kecil, terlepas apakah mobil dilengkapi dengan berbagai peralatan pengaman seperti sabuk pengaman ,airbag ataupun tidak.!!


Überlebenswahrscheinlichkeit = tingkat kemungkinan hidup



Meskipun demikian tabrakan dengan kecepatan diatas 100 km/jam relatif jarang terjadi (statistik di Jerman) , besarnya kurang dari 1%.
KECILNYA hasil statistik membuat perusahaan pembuat mobil mengkonstruksi mobilnya lebih "lunak".
Terobosan teknologi keamanan untuk memecahkan masalah ini belum ada.!!



Kesimpulan
Teknologi yang ada sekarang, hanya dapat menjamin keselamatan pengendara mobil bila kecelakaan yang terjadi HANYA dalam kecepatan yang rendah.

Dengan kata lain kurangilah kecepatan !


Sumber:
http://www.wdr.de/tv/quarks/sendungs...006_unfall.jsp